Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari 5%

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari 5%

Eko Nordiansyah • 21 April 2026 08:15

Houston: Harga minyak naik lebih dari lima persen pada Senin, 20 April 2026 setelah AS menyita kapal kargo berbendera Iran. Sementara Teheran mengatakan Selat Hormuz yang penting sekali lagi ditutup untuk lalu lintas kapal tanker.

Dilansir dari Investing.com, Selasa, 21 April 2026, harga minyak Brent berjangka patokan global naik 5,7 persen menjadi USD95,49 per barel. Sementara harga minyak mentah WTI berjangka naik 5,8 persen menjadi USD87,38 per barel.

Kapal kargo Iran disita AS

Komando Pusat AS pada Minggu mengatakan pasukan Amerika menembak, menaiki, dan menahan kapal kargo berbendera Iran bernama M/V Touska. Setelah kapal tersebut gagal mematuhi peringatan berulang selama enam jam, militer AS menembakkan beberapa tembakan dan melumpuhkan ruang mesin kapal.

Presiden Donald Trump mencatat penyitaan tersebut di media sosial. Sebelumnya pada hari itu, presiden mengatakan Iran telah menembakkan peluru di Selat Hormuz, terutama menargetkan kapal Prancis dan kapal kargo dari Inggris. Trump menyebut langkah itu sebagai "Pelanggaran Total terhadap Perjanjian Gencatan Senjata kita!"

Iran mengecam penyitaan tersebut dan bersumpah akan membalas, kata media pemerintah. Ini terjadi setelah Iran dilaporkan membuka kembali selat tersebut pada akhir pekan, hanya untuk menutupnya beberapa jam kemudian.

Teheran juga dilaporkan menembaki beberapa kapal yang mencoba menyeberangi selat tersebut. Pembukaan kembali tersebut diumumkan pada Jumat, yang menimbulkan gelombang kelegaan di berbagai kelas aset, dengan harga minyak anjlok lebih dari sembilan persen.

"Peningkatan kembali ketegangan di Timur Tengah menimbulkan angin bearish di Wall Street karena investor mempertimbangkan risiko bahwa konflik AS-Iran dapat berkepanjangan. Penutupan lain di Selat Hormuz menghambat aliran pasokan energi penting, karena Teheran dan Washington bergulat di sepanjang jalur air penting tersebut, bahkan melibatkan serangan dalam dua hari terakhir tepat ketika gencatan senjata akan berakhir pada hari Rabu ini," kata ekonom senior di Interactive Brokers José Torres.

Pada Senin, Trump mengatakan kepada Bloomberg News, "sangat tidak mungkin" ia akan memperpanjang gencatan senjata dua minggu yang sedang berlangsung dengan Iran jika kesepakatan tidak tercapai sebelum batas waktu saat ini, yang ia konfirmasi adalah "Rabu malam waktu Washington."

(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Blokade merugikan Iran

Blokade akan tetap berlaku hingga kesepakatan tercapai, merugikan Iran USD500 juta per hari. Sekitar seperlima minyak dunia melewati Selat Hormuz, jalur air sempit di lepas pantai selatan Iran.

"Pasar mungkin telah memperkirakan dimulainya kembali aliran energi yang terlalu cepat. Kebuntuan tampaknya akan berlarut-larut karena kedua pihak menguji ambang batas kesabaran. Dalam jangka pendek, beberapa gejolak risiko dan pemulihan dolar AS kemungkinan akan terjadi," kata analis di OCBC dalam sebuah catatan.

Namun, mereka mencatat bahwa tujuan akhirnya tetaplah kesepakatan, "meskipun melalui jalan yang berantakan dan penuh risiko tinggi."

Blokade AS terhadap kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran dimulai seminggu yang lalu setelah putaran pertama negosiasi antara Washington dan Teheran gagal. CENTCOM pada hari Senin mengatakan bahwa sejak dimulainya blokade, total 27 kapal telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.

Trump di media sosial mengatakan blokade akan tetap berlaku sampai kesepakatan dengan Iran tercapai. Presiden menambahkan bahwa blokade tersebut "benar-benar menghancurkan Iran" dan bahwa negara itu "kehilangan USD500 juta per hari, angka yang tidak berkelanjutan, bahkan dalam jangka pendek."

Pembicaraan perdamaian tambahan masih belum jelas

Berbicara tentang kesepakatan, masih belum jelas apakah pembicaraan tambahan antara AS dan Iran akan berlangsung sebelum berakhirnya gencatan senjata. Para pelaku pasar menerima laporan media yang kontras tentang nasib pembicaraan tersebut.

Trump mengatakan kepada Bloomberg News bahwa Wakil Presiden JD Vance akan berangkat pada hari itu untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian di Pakistan.

Namun, New York Post sebelumnya melaporkan bahwa Vance sebenarnya akan berangkat ke Pakistan pada hari Selasa, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Trump sebelumnya mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa delegasi AS akan berada di Pakistan "malam ini."

Sementara itu, CNN melaporkan bahwa Gedung Putih belum memberikan indikasi waktu yang jelas, dengan mengatakan bahwa delegasi akan "segera berangkat tetapi belum jelas kapan."

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menolak perundingan perdamaian lebih lanjut. Namun, New York Times melaporkan bahwa sebuah delegasi Iran sedang mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan ke Pakistan pada hari Selasa untuk negosiasi lebih lanjut, mengutip dua pejabat senior Iran yang mengetahui rencana tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)