Siswi SMAK Penabur Raih Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional ke-67 di Tiongkok

Danica Odelia, siswa asal SMAK PENABUR Gading Serpong program Brilliant Class membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia di ajang The 67th International Mathematical Olympiad (IMO) yang berlangsung pada 10-20 Juli 2026 di Shanghai, Tiongkok. Istimewa

Siswi SMAK Penabur Raih Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional ke-67 di Tiongkok

Whisnu Mardiansyah • 27 July 2026 19:35

Jakarta: Nama Danica Odelia, siswa SMAK Penabur Gading Serpong program Brilliant Class, kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Setelah meraih medali emas di ajang European Girls' Mathematical Olympiad (EGMO) 2026, Danica kembali membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia di The 67th International Mathematical Olympiad (IMO) yang berlangsung pada 10-20 Juli 2026 di Shanghai, Tiongkok.

Prestasi ini menjadi pencapaian yang semakin gemilang karena sebelumnya Danica juga mengikuti kompetisi yang sama pada 2025 dan meraih Honourable Mention. Tak hanya itu, Danica juga berhasil meraih medali perunggu di The 22nd International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2026 serta medali perak di The 31st International Tuymaada Olympiad 2024.

"Ini berawal dari kesukaan saya dengan Matematika ketika SD, lalu mulai berani mencoba ikut Olimpiade Sains Nasional (OSN). Dari situ, ternyata saya semakin senang Matematika, menurut saya semakin dipelajari ilmunya semakin menarik dan yang paling saya suka itu materi seputar aljabar dan kombinatorika," ungkap Danica, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Juli 2026.

Danica mengaku proses persiapan hingga kompetisi yang ia jalani sudah berlangsung bertahun-tahun, sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Kemudian, sekolah juga mendukung dengan menyediakan guru khusus untuk persiapan olimpiade setiap hari Selasa dan Jumat. Selain itu, ketika ada waktu luang saya menghabiskan waktu untuk belajar secara mandiri," ujar Danica.
 


Danica juga membagikan pengalamannya bagaimana ia bisa terpilih ke dalam tim IMO Indonesia bersama lima siswa terbaik lainnya.

"Setelah mengikuti OSN Matematika 2024 dan meraih medali perak, saya lanjut mengikuti latihan di Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Kita mengikuti kelas yang diisi dosen-dosen dari ITB maupun alumni dari IMO tahun-tahun sebelumnya. Pelatnas dibagi menjadi empat tahapan seleksi dengan beberapa tes yang harus dilewati. Soal-soalnya diambil dari IMO dan Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO) tahun sebelumnya. Puji Tuhan saya berhasil bertahan hingga seleksi terakhir," ucap Danica.

Selama mengikuti kompetisi IMO 2026, Danica mengaku tidak menemukan kesulitan yang berarti. Kompetisi berlangsung selama dua hari dengan tiga soal yang harus dikerjakan setiap harinya dalam durasi 4,5 jam. Memiliki jiwa kompetitif yang tinggi, Danica berharap dapat mengikuti IMO tahun selanjutnya.


"Selain itu, saya juga sedang mempersiapkan diri agar dapat melanjutkan pendidikan ke universitas luar negeri terbaik," ujar Danica.

Tak mau sukses sendiri, Danica mengajak peserta didik lainnya untuk semangat dan tekun dalam mengejar cita-cita. "Tidak usah pedulikan apa kata orang, percaya diri, just do your best, dan semua usaha tidak akan sia-sia," pesan Danica.

(Whisnu M)