Kebakaran TPA Jatiwaringin, 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Kebakaran di TPA Jatiwaringin Mauk Kabupaten Tangerang belum padam. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

Kebakaran TPA Jatiwaringin, 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Hendrik Simorangkir • 1 July 2026 11:52

Tangerang: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan pengerahan helikopter water bombing ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak dua helikopter dikerahkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran dari udara.

"Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," ujar Suharyanto, Rabu, 1 Juli 2026.

Suharyanto mengungkap, berdasarkan hasil asesmen tim Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB, hingga Rabu pagi, 1 Juli 2026, kebakaran masih berlangsung dan berpotensi meluas. Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, proses pemadaman mengalami kendala karena material yang terbakar didominasi sampah dan bahan mudah terbakar. 

"Selain itu, titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu sehingga sulit dijangkau oleh petugas. Upayakan segera dipadamkan," kata Suharyanto.

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang.

Helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 direposisi dari Provinsi Jambi menuju Tangerang pada Rabu, 1 Juli 2026. Sebelumnya, helikopter tersebut bertugas mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi. Helikopter ini memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api.

BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya pemadaman agar kebakaran dapat segera dikendalikan, tidak meluas, serta meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat maupun sektor-sektor strategis lainnya.

(Lukman Diah Sari)