Negosiasi Utang Whoosh, COO Danantara: Egggak Usah Khawatir, Kuartal I Sudah Beres!

COO Danantara Dony Oskaria. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Negosiasi Utang Whoosh, COO Danantara: Egggak Usah Khawatir, Kuartal I Sudah Beres!

Husen Miftahudin • 14 February 2026 15:01

Jakarta: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan negosiasi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak Tiongkok, dapat diselesaikan pada kuartal I-2026.

Saat ini, Danantara sedang dalam proses diskusi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, terkait waktu keberangkatan ke Tiongkok untuk melakukan proses negosiasi.

"Nanti kita tunggu Pak Menko (ke Tiongkok), tapi enggak usah khawatir. Insyaallah kuartal satu selesai (negosiasi KCIC)," ujar Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria saat diwawancara di sela acara I?ndonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 14 Februari 2026.

Dony memastikan Danantara terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terkait mekanisme penyelesaian utang Whoosh yang di kisaran Rp1,2 triliun per tahun.

"Nanti, sedang didiskusikan dengan Kementerian Keuangan.Tapi, Insya Allah, mudah-mudahan, kan sudah selesai. Ya kan sudah disampaikan berkali-kali," ujar Dony.

Dony mewanti-wanti untuk tidak mengkhawatirkan terkait dengan utang Whoosh, dan memastikan proses penyelesaiannya dengan Tiongkok akan segera dilakukan.

"Yang dikhawatirkan apa? Masalahnya apa sebenarnya? Saya juga bingung. Masalahnya apa sih. Apa coba? Kan suka hobi nanya aja. Sebetulnya kan sudah selesai. Proses itu akan diselesaikan," ujar Dony.

Ia mengingatkan proyek kereta cepat Whoosh yang menghubungkan antara Kota Jakarta dan Kota Bandung, telah memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia.

"Dia memberikan dampak ekonomi. Secara operasional mereka mampu untuk sustain. Masalahnya kan hanya di investasi kita yang kekecilan, sehingga utangnya menjadi besar waktu pembangunan," sebut Dony.
 

Baca juga: Bahas Strategi Utang Whoosh, Menkeu & Danantara Siap ‘Terbang’ ke Tiongkok!


(Penumpang kereta cepat Whoosh. Foto: dok KCIC)
 

Penggunaan anggaran untuk bayar utang masih dibahas


Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membahas lebih lanjut perihal penyelesaian utang proyek Whoosh dengan pihak Istana Negara.

Menurut Purbaya, pembahasan terakhir mengenai restrukturisasi keuangan KCIC masih menggunakan skema 50:50, sehingga tak semua beban utang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun demikian, Menkeu bakal memastikan kelanjutan dari rencana penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu setelah menerima panggilan dari Istana. "Seingat saya sih masih 50:50, belum diajak ke sana," tutur dia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut sumber pembayaran utang pembangunan Whoosh berasal dari APBN. Namun pembahasan itu masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembicaraan teknis soal mekanisme pembayaran dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh, termasuk detail yang terkait dengan angka, dan skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)