Presiden Rusia Vladimir Putin berikan pesan Tahun Baru 2026. Foto: TASS
Pidato Tahun Baru Putin Tekankan Keyakinan Menang di Ukraina
Muhammad Reyhansyah • 1 January 2026 13:34
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada rakyatnya untuk tetap percaya pada kemenangan di Ukraina dalam pidato Tahun Baru yang disampaikannya pada Rabu, 31 Desember.
Seruan tersebut disampaikan ketika Rusia memasuki tahun keempat konflik bersenjata dengan negara tetangganya itu.
Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 1 Januari 2026, pidato berdurasi sedikit lebih dari tiga menit tersebut menutup tahun yang diwarnai oleh kemajuan bertahap pasukan Rusia di medan tempur, meningkatnya jumlah korban militer di kedua belah pihak, serta dorongan diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri pertempuran.
Dalam pidatonya, Putin tidak menyinggung tudingan terbaru Rusia bahwa Ukraina meluncurkan puluhan drone ke salah satu kediamannya awal pekan ini. Sebaliknya, ia memusatkan pernyataannya pada pasukan Rusia yang bertempur di Ukraina.
Menyapa para prajurit yang ia sebut sebagai “pahlawan”, Putin mengatakan, “Kami percaya kepada kalian dan kepada kemenangan kita.”
Ukraina Serang Kediaman Putin
Beberapa hari sebelum pidato tersebut, Rusia menuduh Ukraina mencoba menyerang salah satu kediaman Putin dengan puluhan drone. Klaim itu dibantah Kyiv, yang menyebut tudingan tersebut sebagai rekayasa Moskow untuk memengaruhi proses perdamaian.Meski insiden tersebut tidak disinggung secara langsung oleh Putin, Kremlin menyatakan bahwa presiden Rusia telah memberi tahu Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai klaim serangan itu dalam sebuah percakapan telepon. Hingga kini, Moskow juga tidak mengungkapkan keberadaan Putin saat dugaan serangan terjadi.
Kremlin menyebut dugaan serangan drone tersebut sebagai “aksi terorisme” dan “serangan pribadi” terhadap Putin. Rusia bahkan menyatakan akan memperkeras sikapnya dalam perundingan terkait perang Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman yang diklaim sebagai drone Ukraina yang jatuh di wilayah bersalju, seraya menyebut serangan itu “terarah, direncanakan secara matang, dan dilakukan bertahap”.
Namun, lembaga pemantau konflik berbasis di Amerika Serikat, Institute for the Study of War (ISW), menyatakan tidak menemukan bukti visual maupun laporan yang lazim menyertai serangan jarak jauh Ukraina untuk mendukung klaim Kremlin tersebut.
Upaya Diplomasi Rusia-Ukraina
Di sisi lain, upaya diplomasi untuk mengakhiri perang dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky serta para penasihat keamanan Eropa mengenai langkah-langkah menghidupkan kembali proses perdamaian pada tahun mendatang. Ia menyebut masih ada “pekerjaan penting” yang harus dilakukan.
Zelensky dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak bersama para sekutu di Prancis pada 6 Januari, setelah sebelumnya menggelar pembicaraan dengan Presiden Trump di Florida.
Meski demikian, Rusia belum menunjukkan tanda-tanda melonggarkan tuntutannya. Uni Eropa menuduh Moskow berupaya “menggagalkan” proses negosiasi melalui klaim serangan terhadap kediaman Putin.
Saat ini, Rusia menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina dan hampir setiap hari melancarkan serangan rudal serta drone ke berbagai kota. Serangan-serangan tersebut telah menewaskan ribuan warga sipil Ukraina dan memaksa jutaan lainnya mengungsi.
Di Vyshgorod, sebuah kota di luar Kyiv, warga yang sempat kehilangan aliran listrik selama beberapa hari akibat pengeboman Rusia mengatakan kepada AFP bahwa rentetan serangan itu telah menjadikan kehidupan mereka “seperti neraka”.
Kehidupan pribadi dan lokasi kediaman Presiden Putin sendiri tetap menjadi rahasia ketat di Rusia, seiring Moskow terus melanjutkan operasi militernya dan mempertahankan narasi kemenangan di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.