Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menyerahkan bantuan pompa apung untuk membersihkan rumah warga yang terdampak bencana di Aceh. Foto: Istimewa.
KSP Bersama TNI–Polri Turun Langsung Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir Aceh
Anggi Tondi Martaon • 3 January 2026 20:06
Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) bersama aparat TNI dan Polri turun langsung ke permukiman warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh. Mereka membantu membersihkan rumah-rumah warga dari lumpur sisa banjir, Sabtu, 3 Januari 2026.
Tidak sekadar menyerahkan bantuan, KSP memastikan pompa apung yang dibawa langsung dioperasikan di lapangan untuk menyedot genangan, membilas lumpur, dan mempercepat pengeringan rumah serta fasilitas umum. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara yang nyata dan empatik, sekaligus wujud gotong royong bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga agar kehidupan masyarakat dapat segera pulih pascabencana.
KSP memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan warga terdampak banjir di Aceh. Melalui dukungan keluarga besar KSP, bantuan kemanusiaan disalurkan dan langsung diaplikasikan di lapangan pada sejumlah lokasi di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya.
Bantuan yang diserahkan meliputi pompa apung (floating pump), pakaian, mainan anak-anak, serta berbagai kebutuhan dasar rumah tangga. Tidak berhenti pada penyerahan simbolik, tim KSP bersama aparat TNI dan Polri turun langsung membantu warga membersihkan lumpur sisa banjir menggunakan pompa apung yang dibawa.
Di Lokasi pertama, Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, bantuan KSP dimanfaatkan untuk membersihkan lapangan dan fasilitas olahraga yang tertutup lumpur. Area ini menjadi ruang publik penting bagi warga, sehingga pembersihan diprioritaskan agar aktivitas sosial dapat kembali berjalan.
Di Lokasi kedua, Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pompa apung digunakan langsung untuk membersihkan rumah-rumah warga, menyedot genangan, dan membilas lumpur yang mengendap di permukiman padat.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka, menegaskan bahwa kehadiran KSP di Aceh bukan sekadar membawa bantuan, tetapi memastikan bantuan tersebut benar-benar bermanfaat di lapangan meringankan beban warga terdampak.
“Hari ini kami dari Kantor Staf Presiden hadir langsung di Aceh, memastikan bantuan dari keluarga besar KSP telah tiba dan bergerak ke Pidie serta Pidie Jaya. Bantuan ini sebelumnya mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, dan langsung kami bawa ke lokasi-lokasi terdampak,” kata Iwan Eka melalui keterangan tertulis, Sabtu, 3 Januari 2026.
Iwan Eka menjelaskan, total bantuan pompa apung yang dikirim berjumlah 10 unit. Sebanyak tujuh unit telah tiba dan langsung digunakan bersama aparat dan warga. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengiriman.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP, Iwan Eka mengoperasikan langsung bantuan pompa apung membersihkan rumah warga terdampak bencana di Aceh. Foto: Istimewa.
“Kami memahami betul bahwa genangan air, lumpur yang menumpuk, serta kebutuhan dasar keluarga terutama bayi dan anak-anak adalah persoalan paling mendesak. Karena itu, bantuan ini langsung kami distribusikan dan aplikasikan di titik-titik permukiman warga,” ungkap Iwan Eka.
Menurut Iwan Eka, pompa apung dipilih karena mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. Alat ini portabel, adaptif, dan efektif menjangkau gang-gang sempit serta area padat yang tidak bisa diakses alat berat.
“Pompa apung ini bukan simbol bantuan. Ini alat kerja. Kami gunakan langsung untuk menyedot genangan, membersihkan lumpur, dan mempercepat pengeringan rumah warga. Tujuannya sederhana tapi krusial: agar rumah bisa segera ditempati kembali, aktivitas harian perlahan pulih, dan beban fisik serta psikologis warga berkurang,” sebut Iwan Eka.
Selain fokus pada pemulihan fisik, KSP menaruh perhatian pada aspek psikologis warga, terutama anak-anak. Bantuan sandang dan mainan anak disalurkan agar di tengah situasi bencana, anak-anak tetap merasakan rasa aman, perhatian.