Pantau Abu Anak Krakatau, Menhub Lakukan Paper Test Tiap 30 Menit

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberi keterangan kepada awak media di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Foto: ANTARA/HO-Kemenhub.

Pantau Abu Anak Krakatau, Menhub Lakukan Paper Test Tiap 30 Menit

Fachri Audhia Hafiez • 7 September 2026 04:52

Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut pengujian paper test dilakukan setiap 30 menit di bandara terdampak maupun bandara lainnya. Hal ini guna memantau pergerakan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kami terus memonitor setiap setengah jam, 30 menit, kami melakukan paper test di seluruh bandara, tidak hanya di delapan bandara tersebut, tapi seluruh bandara khususnya yang mengarah ke timur, untuk mengantisipasi apakah penyebaran debu itu semakin melebar atau berkurang," kata Dudy dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 6 September 2026.
 


Dudy menjelaskan bahwa pemantauan intensif dilakukan menyusul pembaruan hasil koordinasi bersama BMKG dan pemangku kepentingan penerbangan pada Minggu sore, 6 September 2026. Berdasarkan hasil pengamatan, arah angin berubah bergerak ke timur dengan kecepatan lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.

Kondisi tersebut meningkatkan kewaspadaan pemerintah terhadap potensi meluasnya sebaran abu vulkanik ke rute penerbangan lain. Atas dasar evaluasi tersebut, Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.

Adapun delapan bandara yang ditutup meliputi Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Radin Inten II (Lampung), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Budiarto Curug (Tangerang), Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat), dan Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam).


Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok. BNPB.

Dudy menegaskan pengujian paper test diperluas ke bandara di luar delapan titik terdampak, terutama yang berada di jalur pergerakan angin ke arah timur. Pemerintah juga memperbarui hasil pemantauan komprehensif setiap empat jam dengan memadukan data BMKG, AirNav, serta pengelola bandara.

Hingga pemantauan terakhir, hasil pengujian di delapan bandara tersebut masih mengindikasikan adanya paparan abu vulkanik sehingga operasional penerbangan belum dapat dibuka kembali.

"Setiap setengah jam kita uji. Jadi sampai sekarang di delapan bandara itu masih positif. Kami akan disampaikan, dari pihak Angkasa Pura, dari pihak BMKG nanti akan menyampaikan informasi itu secara continue," tegas Dudy.

(Fachri Audhia Hafiez)