Penyerahan santunan ke ahli waris korban gempa di Pelabuhan Pelabuhan Lorens Say. (Istimewa)
Pelni-JRP Serahkan Santunan Korban Gempa di Pelabuhan Lorens Say Rp72,5 Juta
Lukman Diah Sari • 6 September 2026 03:05
Maumere: Gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026 menyisakan duka di Pelabuhan Lorens Say, Maumere. Merespons musibah yang merenggut tiga nyawa tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni bersama PT Jasaraharja Putera (JRP) menyalurkan santunan bagi para ahli waris korban.
Melalui program Asuransi Tanggung Jawab Jasa Pengangkutan Penumpang (ATJP-PK), PT Jasaraharja Putera mencairkan santunan maksimal sebesar Rp72,5 juta. Hak tersebut diserahkan langsung kepada ahli waris korban meninggal dunia usai proses verifikasi data silang antara Pelni dan Jasaraharja Putera rampung dilakukan.
Direktur Teknik merangkap Plt. Direktur Keuangan, Umum, dan SDM PT Jasaraharja Putera, Suhardiman, menegaskan bahwa kecepatan respons merupakan wujud nyata dari pelayanan prima perusahaan, terutama di tengah situasi darurat.
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Sejak menerima informasi kejadian, PT Jasaraharja Putera segera menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan Pelni dan pihak terkait," ujar Suhardiman di Maumere, pada Jumat, 4 September 2026.
.jpeg)
Penyerahan santunan ke ahli waris korban gempa di Pelabuhan Pelabuhan Lorens Say. (Istimewa)
Ia menambahkan, pembayaran santunan kepada ahli waris merupakan bentuk tanggung jawab pihaknya untuk memastikan hak atas perlindungan terpenuhi secara cepat dan tepat. "Bagi kami, pelayanan tidak hanya tentang memenuhi kewajiban pertanggungan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan,” jelas dia.
Di sisi lain, Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy, mengapresiasi sinergi erat yang terjalin dalam merespons insiden di Pelabuhan Lorens Say tersebut.
"Keselamatan dan kepastian perlindungan seluruh pengguna jasa kapal Pelni adalah prioritas utama kami. Sinergi dan penanganan cepat dari PT Jasaraharja Putera dalam menyalurkan santunan ini sangat berarti bagi keluarga korban yang terdampak," ungkap Dessy.
Lebih lanjut, Dessy mengingatkan bahwa kelancaran proses klaim sangat bergantung pada keakuratan data manifes penumpang kapal. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan identitas asli saat membeli tiket.
"Kesesuaian data ini penting untuk memastikan penumpang tercatat secara akurat dalam manifes, sehingga memudahkan proses identifikasi serta penanganan dan pemenuhan hak penumpang, termasuk dalam proses klaim apabila terjadi musibah," tegasnya.
Adapun penyerahan santunan secara simbolis ini dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) pada 4 September 2026. Penyerahan dilakukan langsung oleh Suhardiman dan Nuraini Dessy kepada ahli waris korban, serta disaksikan oleh jajaran pejabat dari kedua instansi.