Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 oleh Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF). Foto: Dok Metro TV
Menakar Daya Tahan Ekonomi RI Hadapi Gejolak Global
Eko Nordiansyah • 2 September 2026 15:31
Jakarta: Perekonomian Indonesia menghadapi lanskap global yang semakin dinamis. Sejumlah gejolak mulai dari perubahan kebijakan ekonomi negara maju hingga tekanan terhadap perdagangan dan investasi memberikan dampak terhadap kondisi di dalam negeri.
Di tengah kondisi tersebut, Metro TV bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mempertemukan para ekonom dan pemangku kebijakan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Mengusung tema “Berlayar di Tengah Gelombang Global, Menjaga Daya Tahan Ekonomi Nasional”, forum ini menjadi ruang untuk membahas berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia sekaligus merumuskan gagasan dan strategi untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional.
Sarasehan 100 Ekonom Indonesia merupakan forum tahunan yang digagas INDEF sebagai wadah bagi para ekonom untuk menyampaikan analisis, gagasan, serta rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan.
Pada penyelenggaraan 2026, forum tersebut kembali mengambil relevansi di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. Tekanan geopolitik, perubahan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar, dinamika perdagangan dan investasi, hingga tantangan menjaga pertumbuhan ekonomi menjadi sejumlah isu yang perlu diantisipasi Indonesia.
INDEF sebelumnya menyebut dinamika nilai tukar, transmisi kredit, kondisi likuiditas, serta semakin terbatasnya ruang fiskal sebagai sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam merumuskan kebijakan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, pertemuan para ekonom dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 diharapkan tidak berhenti pada pembahasan mengenai tantangan, tetapi juga menghasilkan gagasan konkret mengenai mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi domestik.
(2).jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Dihadiri pemangku kebijakan hingga tokoh ekonomi
Sejumlah tokoh ekonomi dan pemangku kebijakan dijadwalkan hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Todotua Pasaribu, Destry Damayanti, Purbaya Yudhi Sadewa, Friderica Widyasari Dewi, Anggito Abimanyu, Imaduddin Abdullah, Esther Sri Astuti, Sugeng Suparwoto, Aviliani, Jisman P. Hutajulu, Eko Listiyanto, dan Eisha M. Rachbini.Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang tersebut mencerminkan luasnya perspektif yang diperlukan untuk membaca arah perekonomian Indonesia, mulai dari kebijakan fiskal dan moneter, investasi, industri, sektor keuangan, energi, hingga penguatan sektor riil.
Forum ini juga menjadi penting karena ketahanan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pemerintah merespons gejolak eksternal, tetapi juga oleh kemampuan memperkuat fondasi ekonomi domestik. Penguatan investasi, produktivitas, daya saing industri, konsumsi masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Dengan tantangan global yang semakin kompleks, Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, data, dan perspektif untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih adaptif, tangguh, dan berkelanjutan.
Untuk menyaksikan tayangan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, klik link berikut ini.