Rudal Iran hantam wilayah Israel. Foto: Viory
Serangan Rudal Iran Hantam Wilayah Israel, Dua Orang Tewas
Muhammad Reyhansyah • 18 March 2026 16:37
Ramat Gan: Serangan rudal yang diluncurkan Iran menghantam sejumlah lokasi di kota Ramat Gan, Israel bagian tengah, pada Rabu, 18 Maret 2026, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa lainnya.
Rekaman di lokasi menunjukkan petugas darurat bekerja di tengah kobaran api di area parkir tertutup, dengan puing-puing berserakan dan kerusakan struktural terlihat pada bangunan saat tim melakukan penilaian.
Pemerintah kota Ramat Gan menyatakan bahwa sedikitnya lima titik dampak utama teridentifikasi di seluruh wilayah kota setelah serangan tersebut.
Layanan darurat melaporkan bahwa seorang pria dan seorang perempuan berusia 70-an ditemukan tewas di sebuah apartemen di lantai empat gedung hunian. Petugas medis menyebut kedua korban diduga tidak sempat mencapai ruang perlindungan saat serangan terjadi.

Selain itu, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka ringan dalam serangan yang disebut melibatkan rudal dengan submunisi.
“Ini adalah malam yang sulit bagi kota Ramat Gan. Kami terbiasa dengan serangan bertubi-tubi, tetapi kali ini tampaknya merupakan serangan mematikan di beberapa lokasi. Gambaran lengkapnya masih belum jelas; kerusakan cukup parah dan ada korban luka,” ujar Wali Kota Carmel Shama-Hacohen dalam pernyataannya, dikutip dari Viory, Rabu, 18 Maret 2026.
Kami sangat berduka dan fokus menangani seluruh lokasi kejadian di kota ini. Saya mengimbau masyarakat untuk mengikuti instruksi dan melindungi diri,” lanjut pernyataan itu.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi terdampak, karena mendekati area tersebut dapat membahayakan keselamatan serta menghambat proses evakuasi dan penyelamatan.

Konflik ini bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan.
Situasi semakin meluas dengan saling serang antara Israel dan kelompok Hizbullah di perbatasan Lebanon.
Eskalasi konflik tersebut turut mendorong kenaikan harga energi global serta menyebabkan terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar 20 persen lalu lintas minyak dunia.