Petugas menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Foto: Antara/HO-Jasamarga.
Petugas Terapkan Contraflow Atasi Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek
Anggi Tondi Martaon • 17 March 2026 22:07
Jakarta: Petugas mulai menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu dilakukan untuk menjaga kelancaran arus mudik pada periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo menyampaikan rekayasa lalu lintas contraflow diterapkan atas diskresi pihak kepolisian. Contraflow diterapkan dari KM 55 sampai KM 70 arah Cikampek ruas Tol Jakarta-Cikampek pada pukul 20.43 WIB.
"Saat ini volume lalu lintas terpantau meningkat, sehingga kami terus mengimbau pengguna jalan Tol Trans Jawa untuk mengutamakan keselamatan, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol," kata Marlinda dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
Dalam rangka mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas pada periode arus mudik Idulfitri, JTT mendukung rekayasa lalu lintas one way lokal mulai dari KM 70 Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan-Pemalang pada Selasa, pukul 15.18 WIB atas diskresi kepolisian.
JTT telah melakukan berbagai kesiapan operasional di sepanjang ruas Trans Jawa guna mendukung kelancaran pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way.
Kesiapan tersebut meliputi penyiapan rambu dan traffic cone sebagai pendukung skema pengaturan lalu lintas, penempatan petugas layanan lalu lintas dan pengamanan di titik-titik strategis, serta optimalisasi kapasitas gerbang tol melalui penyiagaan gardu.

Ilustrasi. Foto: MI.
Selain itu, JTT juga melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian terkait pengaturan buka-tutup akses masuk, serta memastikan kesiapan layanan derek, ambulans, dan patroli jalan tol yang siaga selama 24 jam untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Pihak Jasamarga memastikan kesiapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area, termasuk pengaturan kapasitas melalui mekanisme buka-tutup secara situasional guna menghindari kepadatan kendaraan di dalam rest area.