Dolar AS. Foto: dok MI.
Dolar AS Menguat di Tengah Kesepakatan Trump soal Greenland
Husen Miftahudin • 22 January 2026 08:59
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tajam terhadap euro dan franc Swiss pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena Presiden AS Donald Trump menarik ancaman untuk mengenakan tarif pada sejumlah negara, dengan mengatakan ia telah mencapai kesepakatan tentang kerangka kerja kesepakatan masa depan mengenai Greenland dengan NATO.
Mengutip Investing.com, Kamis, 22 Januari 2026, indeks dolar yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,12 persen menjadi 98,761.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro turun menjadi USD1,1682 dari USD1,1712 pada sesi sebelumnya, dan pound sterling Inggris turun menjadi USD1,3415 dari USD1,3428 pada sesi sebelumnya.
Sementara dolar AS diperdagangkan pada 158,50 yen Jepang, lebih tinggi dari 158,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,7964 franc Swiss dari 0,7904 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3827 dolar Kanada dari 1,3834 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 9,1111 krona Swedia dari 9,1369 krona Swedia.
| Baca juga: Klaim Ada Kemajuan Dialog Terkait Greenland, Trump Batal Terapkan Tarif ke Eropa |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Trump batalkan tambahan tarif
Ancaman Trump untuk mengenakan tarif pada sejumlah negara Uni Eropa atas sikap mereka terhadap Greenland membuat pasar panik dan memicu aksi jual besar-besaran pada aset AS. Tetapi komentar Trump di Davos yang menyatakan ia telah mengesampingkan tindakan militer di pulau utara tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi investor.
Sebelumnya Trump berjanji untuk menerapkan gelombang peningkatan tarif mulai 1 Februari pada anggota Uni Eropa seperti Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Finlandia, bersama dengan Inggris dan Norwegia, hingga AS diizinkan untuk membeli Greenland. Ini menjadi langkah Trump yang paling dikecam negara-negara besar Uni Eropa, dan menyatakannya sebagai pemerasan.
Trump tidak memberikan detail apa pun dalam unggahan di Truth Social tentang kerangka kerja untuk kesepakatan masa depan dengan NATO, tetapi mengatakan sebagai hasilnya ia tidak akan memberlakukan tarif tersebut.
Namun demikian, para pemimpin Uni Eropa akan melanjutkan pertemuan darurat pada Kamis waktu setempat untuk membahas opsi setelah ancaman tarif Trump.