Suriah Tuduh SDF Lakukan Pelanggaran Keamanan usai Kaburnya Puluhan Tahanan ISIS

Personel keamanan Suriah berpatroli di wilayah Sheikh Maqsood. (Anadolu Agency)

Suriah Tuduh SDF Lakukan Pelanggaran Keamanan usai Kaburnya Puluhan Tahanan ISIS

Willy Haryono • 20 January 2026 07:52

Damaskus: Pemerintah Suriah mengecam keras Pasukan Demokratik Suriah (SDF) atas dugaan “pelanggaran keamanan serius” terkait pembebasan tahanan kelompok Islamic State (ISIS) dari penjara al-Shaddadi di Provinsi Hasakah.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan kesiapan untuk mengambil alih sepenuhnya pengelolaan dan pengamanan penjara-penjara yang menahan unsur ISIS, serta menuntut koordinasi langsung dengan Amerika Serikat guna menghadapi ancaman keamanan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, pihak kementerian menegaskan tanggung jawab “konstitusional dan hukum” negara dalam mengelola fasilitas penahanan sesuai standar internasional.

Dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 20 Januari 2026, pemerintah Suriah menyatakan SDF bertanggung jawab penuh atas setiap pelarian atau pembebasan tahanan ISIS dari penjara yang berada di bawah kendali mereka. Damaskus juga menuding sayap politik SDF, yakni Administrasi Otonom, memanfaatkan isu terorisme sebagai alat tekanan politik dan keamanan.

Sementara itu, kantor berita pemerintah SANA melaporkan bahwa militer Suriah telah mengambil alih kendali kota al-Shaddadi beserta fasilitas penjaranya.

Komando Operasi Angkatan Darat menyatakan pasukan segera dikerahkan untuk mengamankan wilayah tersebut dan menangkap tahanan yang diduga melarikan diri. Jam malam total diberlakukan di al-Shaddadi dan sekitarnya, serta warga diminta melaporkan keberadaan tersangka anggota ISIS.

Militer Suriah juga menyebut bahwa sebelumnya SDF menolak permintaan pemerintah untuk menyerahkan pengelolaan penjara kepada aparat keamanan negara.

Insiden ini terjadi di tengah dinamika politik sensitif, hanya sehari setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dan rencana integrasi penuh SDF ke dalam institusi negara.

Kesepakatan tersebut mencakup penarikan pasukan SDF dari wilayah timur Sungai Eufrat, penyerahan kendali administratif di sejumlah provinsi strategis, serta penggabungan personel SDF ke dalam tentara dan kepolisian Suriah.

Tuduhan pelanggaran keamanan ini menyoroti rapuhnya implementasi kesepakatan tersebut dan memperlihatkan masih kuatnya ketegangan antara Damaskus dan SDF, khususnya terkait pengelolaan tahanan kelompok ekstremis dan stabilitas wilayah timur laut Suriah.

Baca juga:  Puluhan Tahanan ISIS Kabur dari Penjara di Tengah Bentrokan Pasukan Suriah dan SDF

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)