Polusi Udara Parah, Ibu Kota India Batasi Kendaraan dan Aktivitas Kantor

Kabut asap menyelimuti New Delhi, India. (EPA-EFE)

Polusi Udara Parah, Ibu Kota India Batasi Kendaraan dan Aktivitas Kantor

Willy Haryono • 17 December 2025 18:18

New Delhi: Otoritas di ibu kota India, New Delhi, memberlakukan serangkaian pembatasan ketat pada Rabu, 17 Desember 2025, untuk menekan tingkat polusi udara yang memburuk. Langkah-langkah tersebut mencakup larangan kendaraan yang tidak memenuhi standar emisi terbaru serta pengaturan kehadiran pegawai di kantor pemerintahan dan swasta.

Dilansir dari Channel News Asia, Indeks Kualitas Udara (AQI) di wilayah New Delhi, yang dihuni sekitar 30 juta penduduk, berada di kategori “parah” selama beberapa hari terakhir dan kerap melampaui angka 450. Kondisi ini diperburuk oleh kabut tipis di sejumlah wilayah kota yang menurunkan jarak pandang dan berdampak pada operasional penerbangan serta perjalanan kereta api.

Situasi tersebut mendorong Komisi Manajemen Kualitas Udara India untuk menerapkan tahap empat, yang merupakan tingkat tertinggi, dari Graded Response Action Plan (GRAP) bagi Delhi dan wilayah sekitarnya sejak Sabtu lalu. Aturan ini melarang masuknya truk diesel tua ke dalam kota, menghentikan seluruh aktivitas konstruksi termasuk proyek publik, serta menerapkan sistem pembelajaran hibrida di sekolah.

Menteri pemerintah daerah New Delhi, Kapil Mishra, pada Rabu mengumumkan bahwa seluruh kantor pemerintah dan swasta di kota itu hanya akan beroperasi dengan tingkat kehadiran 50 persen, sementara sisanya bekerja dari rumah. Selain itu, seluruh pekerja konstruksi yang terdaftar, sebagian besar merupakan pekerja harian, akan menerima kompensasi sebesar 10.000 rupee (sekitar Rp1,8 juta) akibat penghentian proyek pembangunan.

Sehari sebelumnya, pemerintah New Delhi juga mulai menegakkan kebijakan ketat terkait kendaraan bermotor dengan melarang operasional kendaraan yang tidak mematuhi standar pengendalian emisi terbaru. Menteri Lingkungan Hidup Delhi, Manjinder Singh Sirsa, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kualitas udara.

“Pemerintah kami berkomitmen menyediakan udara bersih bagi Delhi. Kami akan mengambil langkah-langkah tegas dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Polusi udara merupakan masalah tahunan di Delhi dan wilayah sekitarnya pada musim dingin, ketika udara dingin dan padat menjebak emisi dari kendaraan, lokasi konstruksi, serta pembakaran jerami di negara bagian tetangga. Kondisi ini mendorong tingkat polusi menjadi salah satu yang tertinggi di dunia dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi warga.

Wilayah metropolitan New Delhi kerap tertutup kabut asap tebal dengan AQI menyentuh level di atas 450, sementara nilai AQI di bawah 50 dikategorikan sebagai kualitas udara yang baik.

Baca juga:  Ratusan Warga India Protes Polusi Udara yang Capai Level Berbahaya

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)