Tingkat polusi udara di New Delhi, India, kerap mencapai angka yang mengkhawatirkan. (Anadolu Agency)
Ratusan Warga India Protes Polusi Udara yang Capai Level Berbahaya
Willy Haryono • 10 November 2025 19:04
New Delhi: Ratusan warga New Delhi turun ke jalan pada Minggu, 9 November 2025, untuk memprotes tingkat polusi udara yang kian memburuk di ibu kota India dan wilayah sekitarnya.
Aksi yang diikuti berbagai kalangan, termasuk anak-anak, menuntut pemerintah segera mengambil langkah tegas menghadapi krisis udara yang kini mencapai level berbahaya.
Polisi menahan sementara sekitar 80 orang karena aksi tersebut digelar tanpa izin di kawasan bersejarah India Gate, area dengan tingkat keamanan tinggi.
Menurut laporan resmi pemerintah, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Delhi mencapai 330 pada Senin pagi, 10 November 2025 — masuk kategori sangat buruk. Namun, aplikasi pemantauan independen Air Visual mencatat tingkat polusi berkisar antara 414–507, yang tergolong berbahaya.
Polusi udara di Delhi sebagian besar disebabkan oleh emisi kendaraan, debu, dan aktivitas industri. Kondisi ini semakin parah pada musim dingin karena pembakaran sisa panen oleh petani di negara bagian sekitar serta rendahnya kecepatan angin yang membuat partikel polutan bertahan di udara.
“Right to Live, Not Just Survive”
Sekitar 400 orang berkumpul di sekitar India Gate membawa spanduk bertuliskan “Right to live, not just survive” dan “Life in Delhi: Take birth, breathe, die”. Sejumlah peserta mengenakan masker gas sebagai simbol perlawanan terhadap udara kotor.“Paru-paru kami rusak. Pemerintah seharusnya menetapkan status darurat kesehatan sampai ada solusi,” ujar salah satu pengunjuk rasa kepada kantor berita PTI, dikutip BBC, Senin, 10 November 2025.
Aktivis lingkungan Bhavreen Kandhari menyoroti lambatnya penerapan kebijakan Graded Response Action Plan (GRAP), yang dirancang untuk menanggulangi polusi secara bertahap. “Kami sudah mencapai level berbahaya, tapi langkah GRAP belum dijalankan sepenuhnya,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah baru menerapkan tingkat kedua GRAP, yang membatasi penggunaan generator diesel serta pembakaran batu bara dan kayu. Penerapan tahap ketiga, yang mencakup pelarangan pembangunan non-esensial dan kendaraan diesel, belum diberlakukan.
Langkah Pemerintah
Menanggapi protes tersebut, Menteri Lingkungan Delhi, Manjinder Singh Sirsa, menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan polusi.“Kami telah memasang meriam anti-asap di gedung-gedung tinggi, melakukan penyiraman jalan untuk menekan debu, memantau lokasi konstruksi, dan menambah jumlah bus listrik di armada publik,” ujarnya dalam pernyataan video.
Meski begitu, para aktivis menilai langkah-langkah itu belum cukup untuk mengatasi polusi ekstrem yang tiap tahun melanda Delhi, terutama pada puncak musim dingin. (Keysa Qanita)
Baca juga: Kabut Asap Tebal Selimuti New Delhi usai Perayaan Diwali