Sosialisasi Program MBG di Grobogan. Istimewa
Program MBG Dorong Pembangunan SDM Berkualitas dari Desa
Al Abrar • 17 December 2025 17:53
Grobogan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat pemerintah sebagai strategi membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Upaya penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui sosialisasi Program MBG yang digelar di Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini melibatkan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dan menyasar masyarakat akar rumput sebagai penerima manfaat langsung program.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan pemenuhan gizi memiliki dampak langsung terhadap kemampuan belajar, produktivitas, serta kontribusi individu dalam pembangunan nasional.
“Pemenuhan gizi bukan hanya soal makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia. Anak-anak yang tumbuh dengan gizi seimbang akan memiliki kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujar Edy dalam pemaparannya.
Baca Juga :
BGN: MBG Jadi Instrumen Pengendali Harga Pangan
Ia menambahkan, perhatian terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta peserta didik menjadi kunci dalam memutus mata rantai permasalahan gizi. Menurutnya, kehadiran Program MBG mencerminkan peran negara dalam menjamin akses pangan bergizi yang layak dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, SE, menjelaskanMBG tidak hanya menitikberatkan pada aspek konsumsi, tetapi juga mengedepankan edukasi gizi serta penguatan ketahanan masyarakat.
“MBG dirancang dengan prinsip kecukupan gizi, keamanan pangan, dan kebersihan. Selain itu, program ini mendorong keterlibatan aktif masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” kata Teguh.
Ia menyebutkan, keterlibatan kader masyarakat, posyandu, serta institusi lokal menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan program. Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan gizi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola makan sehat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Badan Gizi Nasional berharap pemahaman masyarakat terhadap tujuan dan manfaat Program Makan Bergizi Gratis semakin meningkat, sekaligus mendorong partisipasi aktif demi terwujudnya generasi unggul dan berkualitas.