Prabowo: Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026). (ANTARA/HO-YouTube Sekretariat Presiden/Aditya Ramadhan)

Prabowo: Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan

Achmad Zulfikar Fazli • 20 July 2026 23:49

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan sebagai bagian dari penguatan sektor pangan nasional. Capaian tersebut ditandai dengan meningkatnya produksi pangan dan cadangan beras nasional.

"Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada pada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 20 Juli 2026.

Presiden mengatakan kesejahteraan petani menunjukkan perkembangan positif yang tercermin dari nilai tukar petani yang mencapai tingkat tertinggi.

Menurut Prabowo, capaian di sektor pangan menjadi modal penting bagi Indonesia di tengah meningkatnya kekhawatiran banyak negara terhadap ancaman krisis pangan global.

Ilustrasi swasembada pangan. Foto: MI/Amiruddin Abdullah Ruebee

Selain sektor pangan, Presiden mengatakan pemerintah telah mengembangkan bahan bakar B50 berbasis minyak sawit. Pengembangan bahan bakar ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Prabowo mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan hasil kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional. Namun, Presiden tidak memerinci swasembada delapan komoditas tersebut.

Berdasarkan Proyeksi Neraca 11 Komoditas Pangan Tahun 2026 yang dimutakhirkan Badan Pangan Nasional, terdapat delapan komoditas pangan yang telah mencapai kondisi swasembada (produksi/ketersediaan domestik melebihi kebutuhan), yaitu beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam.

Sedangkan, tiga komoditas yang belum swasembada dan masih mengalami defisit adalah kedelai, bawang putih, dan daging sapi/kerbau.

(Achmad Zulfikar Fazli)