Ilustrasi. Foto: dok Kemenkeu.
Kemenkeu: ORI030 Jadi Alternatif Investasi yang Aman, Cocok Buat Investor Pemula
Husen Miftahudin • 17 July 2026 11:45
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 menjadi salah satu instrumen investasi yang aman, menawarkan kepastian imbal hasil, serta tetap kompetitif di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kemenkeu Chandra A.S. Wibowo mengatakan ORI030 dapat menjadi pilihan bagi investor, khususnya investor individu yang mengutamakan keamanan dan kepastian investasi.
"Jadi, saya melihat ORI030 ini di saat ekonomi seperti sekarang, ini adalah salah satu alternatif yang aman, pasti, dan juga menawarkan imbal hasil kompetitif bagi para investor, khususnya investor individu," ujar Chandra dalam agenda UOB Media Literacy, dikutip dari Antara, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Chandra, di tengah dinamika ekonomi saat ini, investor cenderung mencari instrumen investasi yang memberikan keamanan, kepastian, dan fleksibilitas.
Ia menjelaskan ORI030 menawarkan imbal hasil tetap (fixed rate) dengan pilihan tenor tiga tahun dan enam tahun, serta dikenakan pajak yang lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lain. Chandra juga menilai ORI030 sangat sesuai bagi masyarakat yang baru mulai berinvestasi.
Kemenkeu mencatat minat masyarakat terhadap ORI030 cukup tinggi. Hingga 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, realisasi penjualan ORI030 telah mencapai Rp21,9 triliun, mendekati target penerbitan sebesar Rp25 triliun. Masa penawaran ORI030 masih berlangsung hingga 30 Juli 2026.
"Saya melihat prospek investasi pada SBN Ritel sepanjang 2026 masih sangat bagus. Ke depan dari perspektif investor, hal ini masih sangat bagus. Masih ada sekitar tiga SBN yang akan ditawarkan pemerintah sampai akhir tahun nanti," kata Chandra.

(Ilustrasi. Foto: dok bjb)
Peluang investasi obligasi masih menarik
Sementara itu, Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia, Emillya Soesanto, menilai valuasi pasar saham Indonesia saat ini berada pada level yang menarik. Menurut dia, koordinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia turut menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah dan pasar obligasi.
"Kalau melihat apa yang dilakukan regulator, sudah terkoordinasi dengan baik dan respons cepat, yakni ketika BI menaikkan suku bunga BI Rate ke 5,75 persen dan imbal hasil obligasi stabil. Pada semester II-2026 ini kita melihat peluang investasi terbuka lebar, khususnya di pasar obligasi ritel dengan imbal hasil obligasi 7 persen, yakni ORI030 dengan tenor enam tahun menjadi pilihan," jelas Emillya.
Ia menambahkan ORI030 menjadi pilihan yang sesuai bagi investor dengan profil risiko konservatif. "ORI030 sangat cocok untuk profil investor konservatif. Saat ini merupakan kesempatan yang bagus untuk menambah portofolio kita karena imbal hasilnya bagus, keamanan terjamin," kata Emillya, Jumat, 17 Juli 2026.
Kemenkeu optimistis prospek Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sepanjang 2026 tetap positif seiring tingginya minat investor dan masih adanya beberapa seri SBN yang akan diterbitkan hingga akhir tahun.
Instrumen tersebut diharapkan terus menjadi alternatif investasi bagi masyarakat yang menginginkan imbal hasil tetap dengan tingkat risiko yang relatif rendah.