Kondisi aktivitas masyarakat di dekat Pasar Kepahiang, Selasa, 27 Oktober 2026. ANTARA/Anggi Mayasari
Udara Tak Sehat, Siswa di Kepahiang Diimbau Pakai Masker
Silvana Febiari • 27 October 2026 14:04
Kabupaten Kepahiang: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Provinsi Bengkulu, mengimbau seluruh masyarakat khususnya kelompok rentan seperti anak-anak sekolah dan lanjut usia (lansia) untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akibat kondisi udara yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan berisiko mengganggu kesehatan masyarakat dampak kabut asap kiriman.
"Memang benar kualitas udara berdasarkan uji fisik di lapangan saat ini berada pada kondisi yang tidak sehat bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang Tajri Fauzan di Kepahiang, dilansir Antara, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat khususnya para siswa dan tenaga pengajar di lingkungan sekolah kembali memperketat protokol kesehatan secara mandiri. Caranya dengan kembali menggalakkan penggunaan masker saat beraktivitas di luar maupun di dalam kelas dan mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan di luar ruangan.
Ia menyebut kondisi kualitas udara di Kabupaten Kepahiang saat ini memasuki tidak normal. Kadar partikel debu dan asap di sejumlah titik seperti lingkaran sekolah dan perkantoran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan parameter fisik kualitas udara, sejumlah titik seperti Sekolah Dasar (SD) Negeri 1, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1, dan Kompleks Kantor Bupati Kepahiang, dinyatakan TMS akibat tingginya paparan partikel debu dan asap.
Tajri menerangkan tim Dinkes Kabupaten Kepahiang menggunakan instrumen pengukur khusus seperti particle counter, hot wire anemometer, humidy and temperature meter dan Lux meter.
"Berdasarkan pemeriksaan kualitas udara tersebut, terdakwa lonjakan signifikan pada parameter partikel debu halus PM2,5 dan PM10 di seluruh titik sampel hingga melampaui ambang batas baku mutu," ucapnya.

Kabut asap di wilayah Bengkulu. (Metro TV/ Safran Ansyori)
Untuk SD Negeri 01 Kepahiang dengan hasil kadar PM2,5 menembus angka 315 µG/NM³, dan PM10 mencapai 16 µG/NM³, padahal baku mutu yang ditetapkan masing-masing hanya sebesar 25 µG/NM³ untuk PM2,5 dan 70 µG/NM³ untuk PM10.
Selanjutnya di SMP Negeri 01 Kepahiang dengan parameter PM2,5 tercatat sebesar 62 µG/NM³ dan PM10 mencapai hingga 196 µG/NM³ dan kompleks kantor Bupati Kepahiang dengan parameter PM10 di area luar gedung melonjak drastis hingga mencapai angka 583 µG/NM³.
Oleh karena itu, Dinkes Kabupaten Kepahiang terus memantau secara berkala dan menyiagakan langkah pencegahan dan penanganan medis melalui puskesmas. Tujuannya menekan risiko gangguan pernapasan akibat paparan debu dan asap.