Siswa SMA/SMK di Bengkulu mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA). (Metro TV/ Safran Ansyori)
Kabut Asap Mulai Menipis, Sekolah di Bengkulu Masih Batasi Aktivitas Belajar
Safran Ansyori • 27 October 2026 10:00
Kepahiang: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu mulai menipis. Namun, sekolah tingkat SMA dan SMK masih menerapkan sejumlah pembatasan aktivitas belajar untuk menjaga kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, mengatakan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang ditinjau masih berlangsung. Peninjauan dilakukan dengan mengambil sampel di dua sekolah untuk melihat secara langsung aktivitas pendidikan di tengah kondisi kabut asap.
“Alhamdulillah, dari kunjungan kita hari ini ke dua sekolah, mereka tetap belajar seperti biasa. Saat ini siswa kelas XII sedang mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA),” kata Zulhendri di Kepahiang, Selasa, 27 Oktober 2026.
Baca Juga :
Siswa kelas X dan XI juga tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Pihak sekolah diminta mengatur aktivitas siswa agar tidak berkeliaran di halaman sekolah, termasuk di SMA Negeri 1 Kepahiang.
Menurut Zulhendri, kebijakan pembatasan aktivitas belajar bersifat situasional. Sekolah dapat menyesuaikan jam pulang siswa dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Untuk sekolah tingkat SMA dan SMK, kegiatan belajar tetap berjalan. Namun, seperti yang sudah kami sampaikan kepada pihak sekolah, kebijakan ini bersifat tentatif. Setelah kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa diperbolehkan pulang sekitar pukul 11.00 atau 11.30 WIB,” ujarnya.
Meski kegiatan belajar tetap berlangsung, Zulhendri mengingatkan pihak sekolah agar tidak mengabaikan protokol kesehatan. Ia secara khusus meminta siswa tetap menggunakan masker selama kondisi kabut asap masih berpotensi mengganggu kesehatan.
“Kami berharap siswa tetap menggunakan masker. Kami juga meminta kepala sekolah mengondisikan dan mengingatkan anak-anak agar menggunakan masker,” ungkapnya.
Zulhendri berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal tanpa pembatasan. Ia memperkirakan hujan yang diharapkan turun pada bulan berikutnya dapat membantu memperbaiki kondisi akibat kabut asap.
“Insyaallah, kalau bulan depan sudah mulai hujan, kegiatan belajar bisa kembali berjalan seperti biasa,” tuturnya.

Kabut asap di wilayah Bengkulu. (Metro TV/ Safran Ansyori)
Sementara itu, kondisi kabut asap di Kabupaten Kepahiang dilaporkan mulai membaik dibandingkan sepekan sebelumnya. Aktivitas belajar di SMA Negeri 1 Kepahiang berangsur berjalan normal, termasuk pelaksanaan TKA bagi siswa kelas XII.
Berbeda dengan Kepahiang, kegiatan belajar di SMA Negeri 10 Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, masih dibatasi meskipun tidak lagi dilaksanakan secara daring.
Pihak sekolah di wilayah terdampak diharapkan tetap menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi lingkungan serta mengutamakan kesehatan siswa dan tenaga pendidik hingga kualitas udara membaik.