Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M.
Mengenal Modifikasi Cuaca, Metode Hujan Buatan untuk Mitigasi Bencana
Angel Rinella • 27 October 2026 15:50
Jakarta: Modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk membantu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti kekeringan dan banjir. Operasi ini dilakukan dengan memanfaatkan proses alami di atmosfer melalui teknik penyemaian awan.
Masyarakat lebih mengenal praktik tersebut sebagai hujan buatan atau cloud seeding. Pelaksanaannya membutuhkan pengamatan kondisi atmosfer agar penyemaian dilakukan pada awan yang sesuai.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis ilmu pengetahuan. Langkah ini dilakukan untuk merespons meningkatnya ancaman perubahan iklim serta menurunnya kemampuan lingkungan dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Dalam pelaksanaannya, modifikasi cuaca tidak dilakukan dengan menciptakan awan dari langit cerah. Proses ini memanfaatkan awan yang sudah terbentuk secara alami, dengan metode yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Metode Modifikasi Cuaca
Operasi Modifikasi Cuaca dimulai dengan memantau kondisi atmosfer menggunakan radar cuaca dan citra satelit. Pengamatan ini bertujuan mengidentifikasi awan potensial, seperti cumulus, sekaligus mengukur kandungan kelembapannya sebelum penyemaian dilakukan.
Setelah awan yang sesuai ditemukan, pesawat membawa dan menaburkan partikel garam halus, yaitu natrium klorida (NaCl), ke dalam awan. Dalam proses cloud seeding, partikel tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi atau condensation nuclei yang membantu uap air berkumpul dan membentuk butiran air.
Butiran air berukuran kecil kemudian bergabung menjadi tetesan yang lebih besar. Ketika tetesan tersebut cukup berat dan tidak lagi mampu ditahan oleh arus udara naik (updraft) di dalam awan, air akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan.
BMKG menggunakan dua metode utama dalam pelaksanaan modifikasi cuaca, bergantung pada kebutuhan di wilayah sasaran. Metode tersebut meliputi rain enhancement atau percepatan hujan dan jumping process atau redistribusi hujan.
Baca Juga :
Tujuan Modifikasi Cuaca
Tujuan modifikasi cuaca ialah membantu mengatasi kekeringan, mendukung pemadaman kebakaran hutan, serta mengurangi risiko banjir akibat curah hujan ekstrem. Untuk mencapai tujuan tersebut, BMKG menerapkan dua metode utama yang disesuaikan dengan kondisi atmosfer dan kebutuhan wilayah.
Metode pertama, rain enhancement, dilakukan untuk mempercepat turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan air. Penerapannya dapat dilakukan di kawasan lahan gambut atau waduk untuk membantu mengatasi kekeringan dan mendukung pemadaman kebakaran hutan.
Sementara itu, metode jumping process dilakukan dengan menyemai awan yang bergerak dari perairan sebelum mencapai daratan. Teknik ini bertujuan mendorong turunnya hujan lebih awal di atas laut sehingga potensi curah hujan ekstrem di kawasan permukiman padat dapat dikurangi.
Kedua metode tersebut diterapkan berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan kondisi atmosfer di wilayah sasaran. Pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk proses penyemaian.