Demonstrasi nasional menentang kenaikan biaya hidup dan pendanaan pendidikan di Prancis berujung kerusuhan. (Anadolu Agency)
Dari Prancis hingga Albania, Ini Pemicu Protes Ribuan Anak Muda di Eropa
Muhamad Marup • 21 October 2026 19:05
Jakarta: Para pemuda di berbagai negara Eropa telah turun ke jalan untuk memprotes para pemangku kebijakan. Protes di tiap negara memiliki pemicu yang berbeda.
Guardian mencatat, negara-negara yang tengah diwarnai protes para pemuda yaitu Prancis, Spanyol, Portugal, Italia, Belgia bahkan Albania. Aksi protes tersebut berhasil membuat para pemangku kebijakan mengambil sikap dengan mewadahi aspirasi-aspirasi.
Berikut pemicu protes para anak muda di Eropa.
Krisis Pendidikan di Prancis
Di Prancis, protes para anak muda menyasar krisis di sektor pendidikan. Protes bermula pada akhir September dan berlangsung hingga hari ini.Jam sekolah yang panjang, kurangnya tenaga pengajar, kondisi ruang kelas yang rusak, serta sistem penerimaan universitas yang tidak transparan menjadi pemicu. Para siswa kerap kehilangan waktu belajar selama berbulan-bulan akibat posisi guru yang kosong dan tidak terisi.
Menanggapi protes tersebut, pemerintah menyatakan akan mengerahkan 3.000 guru pengganti tambahan untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar. Para siswa juga akan terlibat dalam pengambilan keputusan di sekolah.
Pemerintah juga membatalkan rencana kenaikan sejumlah biaya pendaftaran universitas yang sebelumnya telah diumumkan untuk anggaran tahun depan.
Aksi protes nasional di Prancis meluas ke sejumlah kota. (Anadolu Agency)
Isu di Spanyol, Portugal, dan Italia
Di Spanyol, para pemuda juga terlibat dalam massa aksi yang membela Maricarmen Abascal pada bulan September. Maricarmen, seorang wanita lansia berusia 87 tahun yang diusir dari rumahnya, setelah sebuah dana investasi menaikkan harga sewanya sebesar 230%, dan meninggal dunia dua minggu kemudian setelah sempat dirawat di rumah sakit.Pengunjuk rasa menuntut pembekuan harga sewa, penghentian pengusiran terhadap kelompok masyarakat rentan, serta pengaturan terkait penyewaan jangka pendek maupun penyewaan kamar.
Seruan serupa juga disampaikan di seberang perbatasan Semenanjung Iberia, tepatnya di Portugal pada hari Sabtu, saat ratusan orang berkumpul di pusat kota Lisbon. Menurut data resmi, harga perumahan di Portugal meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2015 dan 2024—laju kenaikan yang kira-kira dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata di Uni Eropa.
Biaya hidup yang kian sulit juga menjadi pusat perhatian dalam aksi unjuk rasa di Milan.
Protes di Albania
Sementara itu, aksi protes di Albania yang menentang perdana menteri Edi Rama memasuki hari ketujuh pada hari Senin. Para pengunjuk rasa menyatakan ketidakpuasan mereka terkait dugaan korupsi, kurangnya lapangan kerja, serta standar pendidikan yang buruk.Di Albania, aksi protes telah berlangsung sejak musim panas, dipicu oleh proyek pembangunan kawasan pesisir mewah yang didukung oleh menantu Donald Trump, Jared Kushner. Dari daftar tersebut, protes banyak dipicu oleh hal-hal yang dekat dengan mereka yaitu pendidikan. Meski begitu, protes juga menunjukkan para pemuda yang berpikir jauh ke depan mengingat mereka sudah memikirkan terkait kondisi hidup, korupsi, dan masih banyak lagi hal-hal yang sebenarnya belum berdampak langsung terhadap kehidupan mereka.