Kelompok Gen Z Jerman menyerukan demonstrasi nasional pada 31 Oktober 2026. (Anadolu Agency)
Protes Biaya Hidup, Gen Z Jerman Serukan Demo Nasional pada Akhir Oktober
Willy Haryono • 21 October 2026 17:08
Berlin: Sebuah inisiatif mahasiswa baru di Jerman menyerukan aksi demonstrasi nasional pada 31 Oktober mendatang, dengan kepolisian memperingatkan kemungkinan adanya kelompok radikal yang berpotensi memanfaatkan aksi tersebut untuk kepentingan mereka sendiri.
Kelompok bernama "Gen Z steht auf" menyerukan demonstrasi di Berlin, Hamburg, Cologne, Frankfurt, Munich, dan sejumlah kota lainnya. Penyelenggara menyatakan aksi tersebut akan menyoroti pemangkasan anggaran pendidikan dan belanja sosial, kenaikan biaya hidup, serta rencana penerapan wajib militer.
Kepolisian Berlin menyatakan kekhawatiran bahwa kelompok radikal dapat memanfaatkan demonstrasi mahasiswa untuk kepentingan mereka sendiri.
“Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” kata juru bicara Kepolisian Berlin, Florian Nath, kepada kantor berita DPA, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia mengatakan polisi akan mencermati apakah aksi tersebut merupakan demonstrasi mahasiswa yang sah atau ada pihak yang sekadar ingin memanfaatkan malam Halloween untuk kepentingan mereka sendiri.
Sumber keamanan mengatakan kepada media bahwa kelompok radikal mungkin berupaya mengubah aksi tersebut menjadi kerusuhan jalanan. Mereka dikhawatirkan menggunakan demonstrasi mahasiswa sebagai kedok untuk melakukan kekerasan, membakar sesuatu, atau bentrok dengan polisi.
Sementara itu, Akram Selo, salah satu penggagas Gen Z steht auf, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut akan berlangsung damai. Ia mengatakan kelompoknya dengan tegas menjauhkan diri dari segala bentuk kekerasan.
Dalam dokumen pernyataannya, inisiatif tersebut menuntut kebijakan yang memprioritaskan investasi di bidang pendidikan, jaminan sosial, kesehatan, dan keterjangkauan biaya hidup, alih-alih melakukan penghematan yang membebani generasi muda.
“Kami adalah anak-anak muda yang tidak lagi ingin hanya menyaksikan keputusan tentang masa depan kami dibuat tanpa mendengarkan suara kami,” kata para penyelenggara.
Mereka menegaskan, “31 Oktober hanyalah permulaan.”
Baca juga: Jerman Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Prancis, Khawatir Kerusuhan Berlanjut