Kiprah Jacky Manuputty di PGI hingga Dipercaya Jadi Wantimpres RI

Suasana pelantikan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara. (Dokumentasi/ Metro TV)

Kiprah Jacky Manuputty di PGI hingga Dipercaya Jadi Wantimpres RI

Silvana Febiari • 2 October 2026 18:56

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto melantik Jacklevyn Frits Manuputty atau Jacky Manuputty sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026. Namun, Jacky tidak hadir dalam pelantikan tersebut. 

Jacky Manuputty merupakan pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM) yang lahir pada 20 Juli 1965. Ia dikenal sebagai tokoh lintas agama dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) masa pelayanan 2024–2029.

 

Latar Belakang Keluarga

Jacky Manuputty lahir dari pasangan Gotlief J. Manuputty dan Esterlina Ririmase. Ayahnya berasal dari Negeri Ullath, Pulau Saparua, Maluku Tengah, sedangkan ibunya berasal dari Negeri Soya.

Latar belakang keluarga dan kehidupan di Maluku turut membentuk perjalanan Jacky sebagai tokoh gereja yang banyak terlibat dalam isu perdamaian, toleransi, serta hubungan antaragama.

Awal Kiprah di Gereja dan Advokasi

Jacky memulai panggilannya sebagai pendeta pada 1997 ketika dipercaya menjadi Ketua Majelis Jemaat GPM Haria, Klasis Lease. Kiprahnya berkembang hingga ia dipercaya menjadi Direktur Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sinode GPM pada 2011–2017.

Dalam perjalanan tersebut, Jacky terlibat dalam advokasi terhadap rencana industri pertambangan di sejumlah pulau kecil di Maluku. Bersama Pdt. Pieter Manoppo, ia ikut mengadvokasi penolakan terhadap rencana pertambangan di Pulau Haruku, Maluku Tengah.

Kerja advokasi tersebut menjadi bagian dari perjuangannya dalam isu lingkungan dan masyarakat adat. Salah satu gerakan yang dikenal dalam kiprahnya adalah advokasi Save Aru yang menjadi bagian penting dari perjalanan Jacky di bidang advokasi.

Pendidikan dan Aktivitas Akademik

Jacky merupakan alumni Sekolah Tinggi Teologi (STT) Jakarta dan STF Driyarkara Jakarta. Ia juga menempuh pendidikan di Hartford Seminary, Hartford, Connecticut, Amerika Serikat, melalui program Master of Arts yang berfokus pada hubungan Muslim-Kristen.

Selain aktivitas pelayanan gereja dan advokasi, Jacky pernah menjadi pengajar filsafat di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) Ambon.

Kiprah dalam Perdamaian Maluku

Ketika konflik Maluku terjadi pada 1999, Jacky turut terlibat dalam upaya membangun perdamaian dan memperkuat hubungan antarumat beragama.

Ia bekerja bersama sejumlah tokoh Islam dan Kristen Maluku, di antaranya Ustadz Abidin Wakanno, Hasbollah Toisuta, Uskup Amboina Monsinyur PC Mandagi, serta sejumlah pimpinan Gereja Protestan Maluku.

Keterlibatan tersebut membuat Jacky dikenal sebagai salah satu tokoh yang aktif menyemai perdamaian dan toleransi di tengah masyarakat yang pernah mengalami konflik komunal.

Kiprah di PGI

Kiprah Jacky di tingkat nasional berlanjut melalui Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Pada 2019, ia terpilih secara aklamasi dalam Sidang Raya PGI di Waingapu, Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebagai Sekretaris Umum PGI.

Lima tahun kemudian, Jacky terpilih sebagai Ketua Umum PGI dalam Sidang Raya PGI di Toraja Utara untuk masa pelayanan 2024–2029. Ia menggantikan Gomar Gultom.

Posisi tersebut menempatkan Jacky sebagai salah satu tokoh yang mewakili organisasi gereja dalam berbagai isu kebangsaan, termasuk kerukunan umat beragama, perdamaian, dan kehidupan sosial.


Pendeta Jacky Manuputty (MI/Adam Dwi)

Penghargaan di Bidang Perdamaian

Kiprah Jacky dalam membangun perdamaian dan hubungan antaragama mendapat sejumlah penghargaan.

Pada 2007, ia menerima Ma'arif Award atas dedikasinya dalam bidang pembangunan perdamaian dan hubungan antariman. Lima tahun setelahnya, pada 2012, ia memperoleh Peacemakers in Action Award dari Tanenbaum Center for Interreligious Understanding di New York.

Pada 2017, Jacky diangkat sebagai Asisten Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Antarperadaban dengan bidang tugas yang secara khusus berkaitan dengan hubungan antaragama.

Setahun kemudian pada 2018, Jacky mewakili Indonesia menerima World Harmony Week Prize dari Raja Yordania Abdullah II. Ia juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa (Dr. HC) dari almamaternya.

Menjadi Anggota Wantimpres

Pelantikan Jacky Manuputty sebagai Anggota Wantimpres RI pada 2 Oktober 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya.

Sebelum masuk ke Wantimpres, kiprah Jacky banyak berkaitan dengan pelayanan gereja, organisasi keagamaan, pendidikan, advokasi, serta pembangunan perdamaian dan hubungan antaragama.

(Silvana Febiari)