Kabut Asap, Batik Air Tujuan Jambi Kembali ke Bandara Soetta

Kabut asap kebakaran hutan dana lahan menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha Sayefuddin (STS) Kota Jambi, sepanjang Rabu pagi hingga siang (30/9). MI

Kabut Asap, Batik Air Tujuan Jambi Kembali ke Bandara Soetta

Solmi • 30 September 2026 13:44

Jambi: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS), Kota Jambi, Rabu, 30 September 2026.

Kabut asap menyelimuti kawasan bandara sejak pagi hingga menjelang siang. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang atau visibility terbatas sehingga berdampak terhadap aktivitas penerbangan, terutama proses pendaratan pesawat.

General Manager Bandara Sultan Thaha Syaefuddin Ardon Marbun membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan jarak pandang di sekitar bandara hingga pukul 10.00 WIB hanya mencapai sekitar 1.500 meter.

"Kondisi tersebut dinilai belum memenuhi batas yang diperlukan untuk mendukung aktivitas penerbangan, khususnya pendaratan pesawat," kata Ardon, Rabu, 30 September 2026.

Sebelumnya, pesawat Batik Air ID 6807 yang bermalam di Bandara STS tetap dapat diberangkatkan menuju Bandara Cengkareng, Jakarta. Pesawat tersebut terbang saat jarak pandang di kawasan bandara tercatat sekitar 800 meter pada pukul 06.00 WIB.
 


Namun, kondisi berbeda dialami Batik Air ID 6804 yang terbang dari Jakarta menuju Jambi. Pesawat yang dijadwalkan tiba di Bandara STS sekitar pukul 10.15 WIB tersebut tidak dapat melakukan pendaratan akibat jarak pandang yang terbatas.

Pesawat sempat berputar sebanyak empat kali di atas wilayah Kota Jambi sebelum akhirnya kembali menuju Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB).

Gangguan jarak pandang juga berdampak terhadap jadwal penerbangan maskapai lainnya. Pesawat Citilink Indonesia QG 960 yang dijadwalkan berangkat dari Cengkareng menuju Bandara STS Jambi pada pukul 10.25 WIB mengalami keterlambatan. Pihak bandara masih menunggu perkembangan kondisi cuaca di Jambi sebelum penerbangan tersebut diberangkatkan.


Ilustrasi. Bandara Singkawang, Kalbar (ANTARA/Narwati)


Selain Citilink, penerbangan Garuda Indonesia GA 126 juga dikonfirmasi mengalami penundaan. Pesawat tersebut dijadwalkan bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, pada pukul 10.35 WIB.

Ardon mengatakan kondisi kabut asap menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin.

Pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan perkembangan cuaca sebagai pertimbangan dalam operasional penerbangan.

(Whisnu M)