Ilustrasi jenazah. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa Poltekpel Malahayati Aceh saat Orientasi Kampus
Metro TV • 29 September 2026 12:27
Banda Aceh: Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla, meninggal dunia saat menjalani masa orientasi. Mahasiswa Program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Lhokseumawe itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu, 27 September 2026.
Sebelum meninggal dunia, Rasya sempat mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan. Kondisinya kemudian disertai munculnya ruam kemerahan di sekujur tubuh.
Korban sebelumnya telah mendapatkan perawatan di klinik kampus. Namun, kondisi kesehatannya memburuk sehingga Rasya kemudian dirujuk ke RSUDZA Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis.
Kematian Rasya kini tengah diselidiki Polresta Banda Aceh. Polisi juga menelusuri kondisi tubuh korban setelah keluarga menyampaikan adanya memar pada sejumlah bagian tubuh.
“Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, polisi kini berkoordinasi dengan dokter forensik dan melakukan pemeriksaan visum serta CT scan,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Mifta huda Dizha Fezuono, Selasa, 29 September 2026.
Selain berkoordinasi dengan dokter forensik, polisi akan menelusuri rangkaian peristiwa yang dialami korban sebelum meninggal dunia.
Sejumlah pihak juga akan dimintai keterangan, termasuk pihak kampus dan saksi yang mengetahui kondisi Rasya selama menjalani masa orientasi.

Ilustrasi penganiayaan (ANTARA/HO-IST)
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran secara utuh mengenai kondisi korban sejak mengalami keluhan kesehatan hingga akhirnya mendapatkan perawatan di RSUDZA.
Polisi juga masih mendalami kondisi tubuh korban yang disebut keluarga mengalami memar. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan bersama dengan pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap korban.
Hingga hasil pemeriksaan forensik diperoleh, penyebab pasti kematian Muhammad Rasya Fadilla masih dalam proses penyelidikan kepolisian. (Fahmi Reza)