Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 900 meter di atas puncak pada Senin (28/9/2026) malam. ANTARA/HO-PVMBG
Semeru 6 Kali Erupsi dalam 3 Jam, Abu Vulkanik ke Arah Barat Daya
Lukman Diah Sari • 28 September 2026 23:46
Lumajang: Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) terekam mengalami erupsi sebanyak enam kali selama tiga jam pada Senin malam, 28 September 2026. Letusan tersebut tercatat memiliki tinggi kolom abu vulkanik bervariasi hingga 900 meter di atas puncak mulai pukul 18.14 WIB hingga 21.01 WIB.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 18.14 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang tersebut mengarah ke selatan.
"Tidak selang lama kemudian, tepatnya pukul 18.35 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
-
Pukul 18.53 WIB: Kolom letusan abu sekitar 900 meter ke arah barat daya.
-
Pukul 20.06 WIB: Kolom letusan abu sekitar 800 meter ke arah barat daya.
-
Pukul 20.42 WIB: Kolom letusan abu sekitar 900 meter ke arah barat daya.
-
Pukul 21.01 WIB: Kolom letusan abu sekitar 600 meter ke arah barat daya.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Jumat, 25 September 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Liswanto menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak yang menjadi pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.
Masyarakat juga dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Ia mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Liswanto.