Tampak depan uang Rp.1000 dengan sosok Pahlawan Nasioinal Cut Meutia. (Dok: Bank Indonesia)
Mengenal Cut Meutia: Pahlawan Perempuan Aceh di Selembar Uang Receh Rp1.000
Lukman Diah Sari • 20 October 2026 23:08
Jakarta: Hayo, siapa yang suka cari duit pecahan Rp1.000 sebagai penyelamat di akhir bulan atau dibagi-bagikan saat Lebaran tiba? Coba deh sekali-kali diperhatiin, di balik nominal mungilnya, uang Rp1.000 menampilkan sosok perempuan tangguh, satu-satunya pahlawan perempuan yang menghiasi bagian depan lembaran uang Rupiah kertas saat ini.
Yak, beliau adalah Tjut Meutia (Cut Meutia), Srikandi dari Tanah Rencong. Wajah anggun nan tegas Cut Meutia hadir pada tampak depan uang kertas Rp1.000 Tahun Emisi (TE) 2016 dan versi terbarunya, TE 2022.
Srikandi Tangguh dari Aceh Utara
Cut Meutia bukan perempuan sembarangan. Beliau sosok pemberani yang memimpin gerilya di hutan-hutan Serambi Mekkah melawan penjajah Belanda pada awal abad ke-20.Cut Meutia lahir pada 1870 di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, dari pasangan Uleebalang Teuku Ben Daud Pirak dan Cut Jah. Beliau merupakan satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara di keluarganya.
Perjuang Cut Meutia melawan penjajah Belanda dimulai bersama suami pertamanya, Teuku Muhammad atau Teuku Cik Tunong. Namun, pada Maret 1905, Teuku Cik Tunong ditangkap dan dihukum mati di Pantai Lhokseumawe.

Cut Nyak Meutia, Srikandi Tanah Rencong.
Sebelum gugur, Teuku Muhammad sempat meninggalkan wasiat kepada sahabatnya Pang Nanggroe untuk menikahi Cut Meutia dan menjaga anak mereka, Teuku Raja Sabi. Wasiat itu dipenuhi.
Perjuangan Cut Meutia kembali berlanjut, kini bersama Pang Nanggroe. Nahas pada 26 September 1910, Pang Nanggroe gugur dalam pertempuran di Paya Cicem. Meski diselimuti duka berulang kali, Cut Meutia tetap berdiri di garis depan memimpin pasukan. Beliau memimpin taktik gerilya menembus lebatnya hutan Aceh hingga ke wilayah Gayo untuk merebut pos-pos Belanda.
Hingga akhirnya pada 24 Oktober 1910, Cut Meutia gugur di Alue Kurieng. Kala itu, pasukan Cut Meutia bentrok hebat dengan Korps Marechausée (Marsose) Belanda. Sebanyak tiga peluru menembus tubuhnya. Cut Meutia kemudian dimakamkan di tempat ia gugur di Alue Kurieng.
Pesan Tersirat di Balik Selembar "Recehan"
Pemilihan sosok Cut Meutia bukan sekadar buat mengenang jasanya. Ada pesan tersirat tentang ketangguhan, keberanian, serta pentingnya peran perempuan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia di balik uang Rp1.000 ini.pesona Cut Meutia dipertahankan berturut-turut dari desain TE 2016, yang kemudian diperbarui dengan kualitas cetak dan ketajaman warna yang lebih fresh pada TE 2022.
Jadi, gimana setelah kembali mengenal sosok Pahlawan Nasional Cut Meutia? Duit Rp1.000 bukan lagi sekadar "uang receh" biasa, melainkan simbol semangat juang pahlawan perempuan yang pantang menyerah. Selamat Hari Uang Nasional!