Tim gabungan melakukan pengembangan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Sumber Rejo, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. ANTARA/HO-Dishut Kaltim
Karhutla di Kawasan Hutan Kaltim Capai 1.393 Hektare Periode Agustus-Oktober
Whisnu Mardiansyah • 20 October 2026 14:47
Samarinda: Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan hutan mencapai 1.393,16 hektare selama periode 1 Agustus hingga 18 Oktober 2026. Luasan tersebut mencakup sekitar 40,85% dari total area yang terbakar di Kalimantan Timur pada periode yang sama.
“Berdasarkan rekapitulasi penanganan, luasan kawasan hutan yang terbakar mencakup sekitar 40,85 persen dari total karhutla di Kaltim,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, seperti dilansir Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.
Secara keseluruhan, luas area yang terdampak karhutla di Kalimantan Timur mencapai 3.410 hektare. Dari jumlah tersebut, kebakaran di Areal Penggunaan Lain (APL), yakni wilayah di luar kawasan hutan negara, mencapai 2.017,5 hektare atau sekitar 59,15%.
“Meskipun sebagian besar kebakaran berada di area APL, tekanan pada kawasan hutan tetap memerlukan mitigasi terpadu,” ujar Rusmadi.
Berdasarkan klasifikasi kawasan, kebakaran paling luas terjadi di hutan produksi dengan total 1.060,85 hektare. Berikutnya, kebakaran tercatat di hutan konservasi seluas 156,1 hektare, hutan lindung 126,32 hektare, hutan produksi terbatas 47,89 hektare, serta hutan produksi yang dapat dikonversi seluas dua hektare.
“Hutan Produksi menjadi area paling rentan di kawasan hutan negara sehingga patroli pencegahan terus kami tingkatkan,” tutur Rusmadi.
Pemetaan Dinas Kehutanan Kaltim menunjukkan kebakaran hutan terluas berada di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara, Kabupaten Berau, dengan luas 216,4 hektare. Lokasi berikutnya berada di wilayah KPHP Manoor Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, dengan luas 159 hektare.
Sementara itu, kebakaran di kawasan hutan konservasi tercatat di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas terdampak mencapai 150,3 hektare.
“Petugas di lapangan bersama KPHP Telake juga bersiaga mengendalikan titik api yang sempat melalap 122,94 hektare Hutan Produksi,” ucap Rusmadi.

Water bombing untuk penanganan karhutla. Foto: ANTARA/Nova Wahyudi.
Di luar kawasan hutan negara, kebakaran terluas di Areal Penggunaan Lain tercatat berada di wilayah kerja KPHP Damai, Kabupaten Kutai Barat, dengan luasan mencapai 385,9 hektare.
Dinas Kehutanan Kaltim juga mencatat area hutan yang terbakar setara dengan 0,017% dari total kawasan hutan di provinsi tersebut, yang mencapai 8,14 juta hektare.
“Rasio ini menunjukkan efektivitas pemadaman awal, namun kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama seluruh personel,” kata Rusmadi.
Untuk mengantisipasi kebakaran lebih lanjut, Dinas Kehutanan Kaltim terus meningkatkan koordinasi lintas instansi serta mendorong keterlibatan masyarakat peduli api. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pencegahan karhutla dan menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.