Juru bicara Kemenkes Widyawati. Foto: Istimewa.
Kemenkes Catat 3 Kota Paling Terdampak Asap Karhutla
Gabriella Thesa Widiari • 4 November 2026 19:11
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tiga kota sebagai wilayah demografis dengan jumlah penduduk paling banyak terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh wilayah terdampak kini mencapai 401.586 kasus.
Dampak polusi asap tersebut tercatat tersebar luas di tujuh provinsi serta 63 kabupaten/kota di Indonesia. Angka kumulatif tersebut mencakup penambahan 3.906 kasus baru berdasarkan data pemantauan harian.
“Secara demografis, wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar mencakup Kota Banjarbaru, Pekanbaru, dan Pontianak,” kata juru bicara Kemenkes Widyawati dilansir dari Antara, Rabu, 4 November 2026.
Baca Juga :
Hotspot di 6 Provinsi Meningkat, Capai 864 titik
Selain imbauan pencegahan, Kemenkes terus memastikan ketersediaan bantuan medis bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko dampak kesehatan yang lebih berat.
“Paparan asap dan partikel debu juga menyebabkan iritasi pada mata, karena itu masyarakat diimbau untuk menghindari paparan asap dan tidak menggosok mata ketika terasa perih atau gatal,” ujar Widyawati.
Widyawati menambahkan penanganan kesehatan difokuskan pada kemudahan akses layanan darurat, salah satunya melalui penyiapan 10 rumah oksigen di Provinsi Riau. Fasilitas tersebut disiapkan guna mengantisipasi lonjakan pasien yang membutuhkan penanganan cepat.
.jpg)
Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN)
Kemenkes memastikan pemantauan ketersediaan pasokan oksigen akan terus dilakukan secara berkala di seluruh fasilitas layanan kesehatan daerah.
“Perhatian kami sebenarnya bukan semata-mata jumlah dari rumah oksigen saja yang tersedia, melainkan juga bagaimana memastikan dukungan oksigen tersebut dapat diakses masyarakat yang membutuhkan,” tutur Widyawati.