Pemprov DKI Siapkan Langkah Antisipasi Banjir di Jakarta Barat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: dok. MI.

Pemprov DKI Siapkan Langkah Antisipasi Banjir di Jakarta Barat

Gabriella Thesa Widiari • 5 November 2026 15:04

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah antisipasi penanganan banjir menyusul prakiraan curah hujan tertinggi di wilayah Jakarta Barat. Berbagai upaya pembenahan infrastruktur digenjot, termasuk pembangunan embung dan penanganan titik-titik rawan.

“Dan kemarin kami sama-sama di Kali Angke dan sebagainya, di Cengkareng Drain dan sebagainya untuk melakukan antisipasi terhadap hal tersebut,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono usai rapat Forkopimda di Balai Kota, Jakarta Pusat, dilansir dari Antara, Kamis, 5 November 2026.

Selain pembenahan fisik, Pemprov DKI memperkuat koordinasi lintas instansi bersama jajaran TNI untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem. Langkah mitigasi ini dipersiapkan secara dini untuk mengantisipasi puncak musim hujan yang diprakirakan terjadi pada awal 2027.

“Untuk pembagian detailnya karena kami sudah biasa berkoordinasi, apalagi kalau di TNI itu tanpa diminta pun kalau ada sesuatu pasti mereka akan mempersiapkan secara dini. Jadi koordinasi itu kami lakukan dalam sekarang ini dan mudah-mudahan bisa diwujudkan,” ungkap Pramono.

Sebelumnya, Pramono telah meninjau langsung progres pembangunan tanggul Kali Angke Segmen Permata Buana di Kembangan Utara yang kini progresnya mencapai 90 persen. Meski konstruksi tanggul hampir rampung, kawasan tersebut diwaspadai tetap memiliki potensi genangan akibat kontur tanah yang relatif lebih rendah.

Menurut Pramono, wilayah sekitar Kali Angke di Kembangan merupakan salah satu titik yang paling lambat surut saat terjadi luapan air. Kondisi topografi yang cekung tersebut mendasari persetujuan rencana pembangunan embung baru guna menambah daya tampung air di Jakarta Barat.


Ilustrasi normalisasi kali angke. Foto: dok. Antara. 

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin memaparkan bahwa Rawa Buaya dan Cengkareng tercatat sebagai dua kawasan dengan topografi paling rendah di wilayah tersebut. Kedua titik krusial ini telah masuk dalam prioritas utama peta penanganan banjir Pemprov DKI Jakarta.

Untuk kawasan Cengkareng, Pemprov DKI merencanakan pembangunan Polder Apuran yang didahului dengan penertiban lahan oleh pemerintah kota setempat. Sementara itu, penanganan wilayah Rawa Buaya akan dikerjakan secara terintegrasi dengan penyelesaian proyek Kali Angke.

“Rawa Buaya beserta nanti sekaligus penyelesaian Kali Angke ini kami laksanakan multiyears dari 2027 sampai dengan akhir 2028,” papar Ika.

Ika menambahkan, seluruh rangkaian pengerjaan infrastruktur pengendali banjir di kawasan barat Jakarta tersebut ditargetkan rampung secara bertahap hingga 2029. Pemerintah berkomitmen memastikan proyek jangka panjang ini mampu menekan risiko banjir secara signifikan.

(Gabriella Thesa Widiari)