Sejumlah tenda pengungsi terlihat di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)
Warga Gaza Desak Bantuan Tenda dan Kebutuhan Pokok Jelang Musim Dingin
Willy Haryono • 4 October 2026 14:02
Gaza: Warga Palestina yang mengungsi di Jalur Gaza bagian selatan mendesak penyaluran tenda, selimut, dan kebutuhan pokok menjelang musim dingin pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Mereka memperingatkan kekurangan tempat tinggal dan menipisnya bantuan kemanusiaan dapat membuat ribuan orang terpapar hujan, suhu dingin, dan angin kencang.
Mengutip Anadolu, puluhan warga yang mengungsi menggelar aksi protes di kawasan Fash Farsh, Khan Younis, Gaza. Mereka mendesak organisasi internasional dan para donor menyediakan bahan untuk tempat tinggal, makanan, serta kebutuhan pokok di tengah blokade Israel.
“Saat ini tenda kami sudah robek dan perut kami kosong. Jangan biarkan kami menghadapi ketidakpastian,” bunyi salah satu poster yang dibawa para demonstran.
Sejumlah keluarga mengatakan mereka khawatir musim dingin tahun ini kembali seperti sebelumnya, ketika hujan deras membanjiri dan merusak tenda sehingga mereka terpapar cuaca buruk. Sejumlah orang, termasuk anak-anak, juga dilaporkan meninggal dunia saat periode cuaca sangat dingin dan setelah bangunan yang rusak runtuh.
“Kami akan memasuki musim dingin dan membutuhkan terpal, tenda, makanan, serta perlengkapan kesehatan agar dapat menghadapi hujan deras dan angin kencang,” ungkap Iyad Zomor.
Iyad mengatakan banyak tenda hanya memberikan sedikit perlindungan dari cuaca dingin, hujan, dan angin. Ia mendesak organisasi kemanusiaan segera menyediakan bahan untuk tempat tinggal sebelum kondisi cuaca memburuk.
Ahmed Hassan Al-Najjar, yang mengawasi kawasan Fash Farsh, mengatakan kepada Anadolu bahwa terdapat 35 kamp pengungsian yang menampung 6.000 keluarga atau sekitar 40.000 orang.
Ia mengatakan warga menghadapi kekurangan tenda, terpal, paket makanan, dan perlengkapan medis serta menyerukan bantuan segera.
Menurut data Palestina, lebih dari 74.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 175.000 lainnya terluka di Gaza sejak Oktober 2023. Data tersebut juga menyebutkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut telah hancur. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Jelang Musim Dingin, WHO Khawatir Krisis Kesehatan Gaza Semakin Memburuk