Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Foto: Dok Kementan
Mentan Respons Permintaan Presiden Prabowo Hapus Kuota Impor
Naufal Zuhdi • 9 April 2025 14:40
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan dirinya akan terus melakukan yang terbaik untuk Indonesia. Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta penghapusan kuota impor terutama terhadap komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
"Itu prinsip terbaik untuk Republik ini. Perintah Presiden berantas korupsi, berantas mafia, jangan ada kolusi-kolusi, itu kan poin pentingnya," ucap Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu, 9 April 2025.
Meskipun Presiden meminta membuka keran impor, dirinya mengungkapkan bahwa Kementan akan terus melakukan pekerjaan yang terbaik untuk rakyat.
"Tentu kita berpihak pada rakyat kecil, Presiden meminta berpihak pada rakyat kecil. Sudah, selesai semua tanpa membedakan suku, agama, dari mana pun kita harus bela agar merah putih tegak di sektor pangan," tegas Amran.
Baca juga:
Hindari Permainan, Prabowo Perintahkan Keran Impor Dibuka Bebas |
.jpg)
(Ilustrasi impor. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Serapan Bulog tembus 800 ribu ton
Hal tersebut, sambung Amran, bisa terlihat dari serapan beras Bulog yang naik sebesar 2.000 persen atau berada di angka 800 ribu ton pada musim panen raya tahun ini jika dibandingkan pada 2015 silam yang hanya sebesar 30.964 ton.Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyampaikan untuk menjaga harga di tingkat petani, saat ini pemerintah terus memonitor harga pembelian gabah di tingkat petani di seluruh Indonesia.
"Kemudian kita rata-rata, dan rata-rata nasional sekarang sudah di atas Rp6.500, Rp6.530, Rp6.520, dan seterusnya di atas Rp6.500," ungkap dia.