Ilustrasi: Pexels
Doa agar Diselamatkan dari Orang Jahat, Arab, Latin, dan Artinya
Riza Aslam Khaeron • 23 September 2026 07:00
Jakarta: Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa saja menghadapi berbagai situasi yang menimbulkan rasa khawatir, termasuk ancaman, gangguan, maupun perlakuan buruk dari orang lain. Selain melakukan upaya perlindungan fisik yang diperlukan, umat Islam dianjurkan memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah Swt. melalui doa.
Mengutip NU Online Jawa Timur, terdapat salah satu doa yang dikaitkan dengan kisah Nabi Musa a.s. saat menyeberangi laut bersama Bani Israil. Dalam riwayat tersebut, doa ini dipanjatkan sebagai permohonan pertolongan dan perlindungan kepada Allah Swt.
Berikut doa agar diselamatkan dari gangguan orang jahat, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.
Doa agar Selamat dari Orang Jahat

Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka, wa antal musta'an, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhimi.
Artinya: “Ya Allah, hanya bagi-Mu segala puji, hanya kepada-Mu segala keluh kesah disampaikan, dan Engkaulah tempat meminta pertolongan. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”
Kisah Nabi Musa di Balik Doa Ini
Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Mas'ud r.a., Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat apakah mereka ingin mengetahui kalimat yang diucapkan Nabi Musa a.s. ketika melintasi lautan bersama Bani Israil. Rasulullah saw. kemudian mengajarkan bacaan tersebut.Riwayat ini antara lain tercantum dalam Al-Mu'jam ash-Shaghir karya Ath-Thabrani dan Ad-Da'awat al-Kabir karya Al-Baihaqi. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah saw. bersabda:

Artinya: "Maukah kamu kuajari tentang kalimat-kalimat yang dibaca oleh Musa a.s. ketika ia melintasi lautan bersama Bani Israil?" Kami menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah." Kemudian Rasulullah bersabda, "Bacalah: Allahumma lakal hamdu wa ilaikal musytaka, wa antal musta'an, wa la haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhimi (Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah Yang Mahaagung)."
Namun, status sanad riwayat ini perlu dicatat. Al-Haitsami menyebutkan bahwa terdapat perawi yang tidak ia kenal dalam sanadnya, sedangkan Al-Baihaqi menilai salah satu jalurnya memiliki perawi yang tidak kuat. Syaikh Al-Albani juga menilai hadis tersebut berstatus daif.
Doa dapat dibaca ketika seseorang merasa terancam atau khawatir terhadap gangguan orang lain. Namun, apabila ancaman bersifat nyata, perlindungan spiritual sebaiknya tetap disertai langkah konkret seperti menjauh dari lokasi berbahaya dan meminta bantuan pihak yang dapat memberikan perlindungan.