Ilustrasi - Pengendara sepeda motor menorobos hujan di Jembatan Banua Anyar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj/pri
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Kalsel hingga 28 September
Silvana Febiari • 24 September 2026 13:47
Banjarmasin: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) berpotensi hujan ringan pada 24–28 September 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, mengatakan pertumbuhan awan hujan di Kalsel ke depan diperkirakan berada pada kategori tinggi. Peluang hujan diperkirakan mencapai 50 hingga 70 persen.
“Potensi pertumbuhan awan hujan secara umum berada pada kategori tinggi, terutama di bagian utara, barat, dan sebagian wilayah timur Kalsel,” kata Ota, dilansir dari Antara, Kamis, 24 September 2026.
Hasil pengamatan alat Automatic Rain Gauge (ARG) di sejumlah lokasi menunjukkan curah hujan yang masih sangat rendah.
Di Tabalong misalnya, curah hujan yang terukur hanya sekitar 0,10 milimeter. Kondisi tersebut menunjukkan hujan yang terjadi masih belum signifikan.
Berdasarkan model IFS, kondisi cuaca Kalsel secara umum diprakirakan cerah hingga berawan. Peluang hujan ringan hampir di seluruh wilayah pada 24–28 September.
“Secara umum cerah hingga berawan, tetapi tetap ada potensi hujan ringan hampir di seluruh Kalimantan Selatan,” ungkap Ota.

Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com
Terkait pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Ota mengatakan kegiatan tersebut telah dilakukan dan direncanakan berlangsung hingga akhir September.
OMC dilakukan dengan menyasar awan-awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan. Awan tersebut disemai menggunakan bahan berupa Natrium Klorida (NaCl) atau garam untuk membantu meningkatkan intensitas curah hujan.
“Ketika ada awan yang berpotensi menghasilkan hujan, awan tersebut yang dikejar untuk disemai atau ditabur NaCl, sehingga diharapkan dapat menambah intensitas curah hujan,” ujar Ota.
Potensi hujan dalam beberapa hari ke depan umumnya masih berada pada kategori ringan. Namun, kegiatan OMC tetap dapat dilakukan jika terdapat awan yang memenuhi kriteria untuk disemai.
BMKG terus memantau perkembangan awan dan curah hujan di wilayah Kalsel. Pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi pelaksanaan OMC sekaligus mendukung penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.