Puluhan Senator AS Desak Penyelidikan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Aksi protes menentang perang di Iran berlangsung New York, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)

Puluhan Senator AS Desak Penyelidikan Serangan Mematikan di Sekolah Iran

Willy Haryono • 31 March 2026 09:40

Washington: Sebanyak 25 senator dari Partai Demokrat mendesak Kongres Amerika Serikat untuk segera meluncurkan penyelidikan lintas partai terkait serangan rudal mematikan yang menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, Iran.

Tragedi yang terjadi pada Februari tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 168 orang, dengan mayoritas korban adalah anak-anak. Data terbaru bahkan menyebut jumlah korban tewas telah melampaui 170 orang.

Kelompok senator yang dipimpin Senator Raphael Warnock telah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Komite Angkatan Bersenjata, Roger Wicker. Mereka menuntut laporan komprehensif dan dengar pendapat publik guna mengungkap fakta di balik serangan tersebut.

Para senator meminta rincian mengenai pihak yang bertanggung jawab, kriteria pemilihan target, serta langkah-langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

“Insiden korban sipil massal seperti serangan di Minab sangat menghancurkan populasi sipil Iran. Hal ini berisiko merusak kepentingan keamanan nasional AS dan justru meningkatkan dukungan domestik terhadap rezim Iran,” tulis para senator dalam surat tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa, 31 Maret 2026.

Mereka menekankan bahwa penyelidikan yang transparan sangat krusial untuk menjaga integritas dan reputasi militer Amerika Serikat.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa penyelidikan awal militer AS menyimpulkan pasukan Amerika memang bertanggung jawab atas serangan pada 28 Februari 2026 tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengakui bahwa Pentagon tengah melakukan investigasi internal. Namun, hingga kini belum ada rincian mengenai garis waktu penyelidikan maupun pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban.

“Kami tidak menargetkan sipil, Iran yang melakukannya. Kami akan menyelidiki, mengungkap kebenaran, dan menyampaikannya ke publik saat hasil tersebut tersedia,” ujar Hegseth dalam konferensi pers.

Desakan dari puluhan senator ini mencerminkan meningkatnya tekanan politik dalam negeri terhadap kebijakan militer Presiden Donald Trump di Iran, terutama terkait dampak kemanusiaan dari kampanye serangan udara yang telah berlangsung selama sebulan terakhir. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Bom yang Hantam Sekolah Siswi di Iran Diyakini Berasal dari AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)