Ribuan pemudik melintasi kawasan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, pada Rabu (25/3/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.
200 Ribu Lebih Kendaraan Arus Balik Belum Melintas di Nagreg
Lukman Diah Sari • 26 March 2026 00:11
Bandung: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat masih sekitar 200 ribu lebih kendaraan arus balik yang belum kembali melintas ke arah Bandung melalui jalur Nagreg hingga H+3 Lebaran 2026 atau Selasa, 24 Maret 2026.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, mengatakan sisa kendaraan tersebut menjadi indikator arus balik masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan meskipun arus puncak telah terlewati
“Masih ada sekitar 220 ribu kendaraan yang belum kembali. Pergerakannya kemungkinan akan terbagi di H+4 sampai H+6 meskipun diprediksi tidak akan melebihi jumlah pada hari puncak kemarin saat H+3,” kata Ruddy, di Bandung, Rabu, 25 Maret 2026, melansir Antara.

Ribuan pemudik melintasi kawasan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, pada Rabu (25/3/2026). ANTARA/Ilham Nugraha.
Pihak Dishub menjelaskan bahwa total kumulatif arus mudik mencapai di H-7 hingga saat Lebaran 1447 H mencapai 764.959 kendaraan, dengan puncak tertinggi tercatat pada H-2 sebanyak 150.716 kendaraan.
Adapun arus balik ke arah Bandung mulai meningkat pasca-Lebaran dengan total kumulatif dari H+1 hingga H+4 pukul 18.00 WIB mencapai 492.900, dengan puncak arus di H+3 sebanyak 149.030 kendaraan.
Selisih kumulatif antara arus mudik dan arus balik mencapai sekitar 200.000 lebih kendaraan dengan dan diperkirakan akan kembali pada malam ini hingga H+7 Lebaran.
Dishub Kabupaten Bandung juga bersama kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas situasional, termasuk penerapan rekayasa lalu lintas one way dan sistem buka tutup jalur untuk mengantisipasi kepadatan arus balik Lebaran.
“Selain itu, kami juga mengoptimalkan lajur untuk menambah kapasitas kendaraan ke arah Bandung agar arus balik dapat lebih lancar hingga H+7 Lebaran,” jelas dia.