Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai percepatan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di pantai utara (pantura) Pulau Jawa. Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo Perintahkan Mendiktisaintek Libatkan Kampus dalam Proyek Giant Sea Wall
Fachri Audhia Hafiez • 21 April 2026 07:09
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk melibatkan kalangan akademisi dalam proyek strategis nasional tanggul laut raksasa (giant sea wall). Proyek ambisius di sepanjang pantai utara (Pantura) Pulau Jawa ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi ancaman abrasi dan banjir rob.
“Iya jadi nanti langsung pekan depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang sudah memiliki keahlian dan terlibat dalam beberapa kasus untuk beberapa project ya untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu,” kata Brian di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 20 April 2026.
Brian menjelaskan, para pakar dari berbagai universitas tersebut akan dipertemukan langsung dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf. Keterlibatan para akademisi ini bertujuan untuk mengintegrasikan hasil riset kampus ke dalam implementasi teknis di lapangan.
“Nanti (para guru besar) ya masuk dalam timnya yang dipimpin oleh Kepala Badan Otorita. Banyak hasil-hasil penelitian di kampus yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif,” ujar Brian.
Menurut Brian, proyek giant sea wall bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya penyelamatan terhadap 60 persen kawasan industri nasional dan lebih dari 30 juta penduduk yang tinggal di pesisir utara Jawa.
Presiden meminta agar dosen dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang pengembangan laut terlibat langsung guna memastikan proyek berjalan efisien.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Antara.
“Jadi, dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat,” tegasnya.
Rapat terbatas yang berlangsung hingga Senin sore tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet dan petinggi militer, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin hingga perwakilan dari Danantara. Dalam paparan tersebut, ditunjukkan pemodelan kawasan Teluk Jakarta sebagai salah satu titik prioritas pembangunan tanggul raksasa ini.