Dedi Mulyadi Ubah Wajah Gedung Sate, Menyatu dengan Gasibu

Kompleks Pemerintahan Provinsi Jawa Barat akan dilakukan revitalisasi. (Metrotvnews.com/P Aditya Prakasa)

Dedi Mulyadi Ubah Wajah Gedung Sate, Menyatu dengan Gasibu

P Aditya Prakasa • 15 April 2026 16:04

Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan merevitalisasi halaman Gedung Sate dengan menyatukan Lapangan Gasibu yang berada di depannya, sehingga berdampak pada penutupan Jalan Dipenogoro, Kota Bandung. Anggaran Rp15,82 miliar telah disiapkan untuk penataan kawasan tersebut.

"Tujuannya agar akses halaman Gedung Sate-nya terbangun dengan baik. Jadi kan itu Gedung Sate ini Jalan Diponegoro. Nanti muter ke depan Pullman (hotel), belok kanan. Nanti sebagian Gasibu digunakan untuk jembatan di ujungnya, jadi lebih baik," jelas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Rabu 15 April 2026.

Dedi mengatakan, setiap aksi unjuk rasa yang dilakukan di depan Gedung Sate kerap berdampak kemacetan yang cukup luas. Namun setelah revitalisasi, arus lalu lintas nantinya tidak akan terganggu apabila ada unjuk rasa.

"Ya boleh, unjuk rasa kan boleh, tapi tidak mengganggu lalu lintas. Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus, sehingga nanti tinggi halaman Gasibu itu sama dengan tinggi halaman Gedung Sate," ucap dia.


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Istimewa)

Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Winny Citra mengatakan, bahwa proses penataan dijadwalkan berlangsung mulai 8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026. Hal itu bertujuan untuk memperkuat fungsi Gedung Sate sebagai simbol pusat pemerintahan daerah yang ikonik.

"Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat (center point) Jawa Barat," kata Winny.

Adapun lahan yang akan ditata mencakup area seluas 14.642 m² dengan panjang koridor berkisar antara 97 meter hingga 144,24 meter. Kawasan ini dirancang menjadi ruang publik yang merepresentasikan nilai dan budaya Jawa Barat melalui penataan konsep desain, akses pedestrian, serta elemen ruang terbuka hijau.

"Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga mendorong integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu guna menciptakan ruang terbuka publik yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki," ujarnya.

Kompleks Gedung Sate merupakan Kantor Gubernur Jawa Barat yang sejak awal dirancang sebagai pusat perkantoran pemerintahan. Selama ini, berbagai kegiatan resmi maupun aktivitas publik kerap berpusat di kawasan tersebut dan Lapangan Gasibu yang terletak tepat di seberangnya.

"Upaya mengintegrasikan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu dapat memperkuat fungsi kawasan dengan cara menyatukan kegiatan administrasi dan seremoni kebangsaan dalam satu kawasan terpadu, termasuk pemanfaatan halaman Gedung Sate sebagai ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan resmi," ucap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)