Xi Jinping Desak Selat Hormuz Tetap Terbuka di Tengah Ketegangan AS-Iran

Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Anadolu Agency)

Xi Jinping Desak Selat Hormuz Tetap Terbuka di Tengah Ketegangan AS-Iran

Muhammad Reyhansyah • 21 April 2026 12:49

Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terbuka untuk aktivitas normal, meski Amerika Serikat dan Iran masih bersitegang hingga saat ini.

Seruan itu disampaikan dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Senin, 20 April 2026, di tengah meningkatnya upaya Beijing untuk membantu mengakhiri konflik Iran.

Tiongkok menilai situasi di kawasan kembali memanas setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berada di bawah tekanan baru, menyusul penyitaan kapal kargo Iran oleh AS serta sinyal dari Teheran yang menyatakan belum akan bergabung dalam putaran kedua negosiasi langsung di Pakistan.

Sebagai pembeli utama minyak mentah Iran, Tiongkok memiliki kepentingan langsung terhadap stabilitas jalur tersebut. Sejak konflik dimulai pada Februari oleh AS dan Israel, Iran sebagian besar menutup Selat Hormuz bagi kapal asing, sementara Washington menerapkan blokade terhadap kapal-kapal Iran sejak pekan lalu.

Menurut laporan media pemerintah, Xi menegaskan bahwa Tiongkok mendorong gencatan senjata segera dan menyeluruh, serta penyelesaian konflik melalui jalur politik dan diplomasi.

“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk pelayaran normal, karena hal ini melayani kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional,” ujarnya kepada pemimpin Saudi tersebut, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 21 April 2026.

Gencatan Senjata AS-Iran

Kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Washington dan Teheran semakin meningkat setelah insiden penyitaan kapal Iran oleh AS.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut peran Beijing dalam mendorong Iran untuk mengikuti perundingan sebelumnya dengan AS di Pakistan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menyampaikan keprihatinan atas intersepsi paksa terhadap kapal Iran tersebut, serta mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata.

Percakapan Xi dengan Mohammed bin Salman juga berlangsung setelah pertemuan Xi di Beijing pekan lalu dengan putra mahkota Abu Dhabi, di mana ia kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Xi juga menyatakan dukungan Tiongkok terhadap negara-negara Timur Tengah untuk menentukan masa depan mereka sendiri, sekaligus mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian jangka panjang di kawasan.

Baca juga:  Tiongkok Kritik Aksi AS yang Cegat dan Sita Kapal Kargo Berbendera Iran

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)