Kondisi wilayah di Nepal usai dihantam banjir bandang. Foto: Anadolu
Danau Akibat Longsor di Perbatasan Nepal-Tiongkok Meluap, Picu Risiko Banjir Susulan
Muhammad Reyhansyah • 28 August 2026 17:57
Kathmandu: Danau yang terbentuk akibat longsor di perbatasan Nepal dan Tiongkok mulai meluap pada Jumat, 28 Agustus 2026, meningkatkan risiko banjir susulan di wilayah yang dua hari sebelumnya telah porak-poranda diterjang banjir bandang.
Kondisi tersebut memaksa operasi penyelamatan dihentikan sementara dan warga di sekitar wilayah terdampak mencari tempat yang lebih tinggi.
Risiko jebolnya danau membuat seluruh personel dan kendaraan penyelamat Tiongkok ditarik ke area aman untuk bersiaga. Otoritas Nepal menghentikan operasi penyelamatan selama 90 menit sebagai langkah antisipasi.
Danau tersebut terbentuk setelah longsoran material menciptakan bendungan alami di aliran sungai.
Otoritas Nepal juga menerima peringatan bahwa air telah melampaui tanggul alami dan mulai mengalir ke hilir. Pejabat Distrik Rasuwa Narendra Pariyar mengatakan permukaan air sungai terlihat terus meningkat, meski ketinggian terkini belum dapat dipastikan.
Situasi tersebut terjadi ketika proses pencarian korban bencana sebelumnya masih berlangsung. Longsoran gletser pada Rabu memicu aliran deras batu, es, lumpur, dan puing-puing yang menerjang lembah serta permukiman di wilayah Himalaya.
Korban tewas yang telah dikonfirmasi di Nepal mencapai 543 orang, sementara hampir 1.500 lainnya masih dinyatakan hilang di Nepal dan Tibet. Sedikitnya 550 orang yang hilang merupakan warga negara asing.
Banjir juga menghancurkan pembangkit listrik, jalan, dan jembatan di jalur yang menghubungkan Kathmandu dengan Lhasa dan banyak digunakan wisatawan serta peziarah.
Tim penyelamat Nepal terus menggunakan helikopter untuk mencari korban dan mengirim bantuan ke ribuan warga yang terisolasi. Sejumlah jasad juga ditemukan oleh petugas darurat yang menyisir wilayah terdampak.
Di sisi Tiongkok, Perdana Menteri Li Qiang telah mengunjungi wilayah Gyirong yang terdampak bencana pada Kamis, sementara tim penyelamat masih berupaya membersihkan puing-puing dari akses menuju kawasan perbatasan yang paling parah terdampak.