Kecam Israel, Somalia Sebut Pengakuan atas Somaliland Langgar Kedaulatan

Pemandangan salah satu sudut kota Mogadishu, Somalia. (Anadolu Agency)

Kecam Israel, Somalia Sebut Pengakuan atas Somaliland Langgar Kedaulatan

Willy Haryono • 27 December 2025 16:16

Mogadishu: Pemerintah Somalia dengan tegas menolak langkah Israel yang mengakui wilayah separatis Somaliland sebagai negara merdeka pada Jumat, 26 Desember. Somalia menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara itu.

Dalam pernyataan resmi, Kantor Perdana Menteri Somalia menegaskan kembali “komitmen mutlak dan tak tergoyahkan pemerintah terhadap kedaulatan, persatuan nasional, dan integritas wilayah,” dengan merujuk pada Konstitusi Sementara Somalia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta Uni Afrika sebagai dasar hukum internasional.

“Pemerintah Federal Somalia secara kategoris dan tegas menolak serangan yang disengaja terhadap kedaulatannya dan langkah melanggar hukum oleh Israel yang bermaksud mengakui wilayah utara Somalia,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari Antara, Sabtu, 27 Desember 2025.

Pemerintah menegaskan bahwa Somaliland merupakan bagian integral, tak terpisahkan, dan tidak dapat dicabut dari wilayah kedaulatan Somalia.

“Tidak ada aktor eksternal yang memiliki wewenang atau kedudukan untuk mengubah persatuan atau konfigurasi teritorial Somalia,” lanjut pernyataan itu, seraya menekankan bahwa setiap bentuk deklarasi atau pengakuan yang bertentangan dengan prinsip tersebut adalah batal dan tidak memiliki efek hukum maupun politik menurut hukum internasional.

Dalam pernyataan yang sama, Somalia juga menegaskan kembali dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina, serta menyatakan penolakan terhadap pendudukan, pengusiran paksa, rekayasa demografis, dan perluasan permukiman. Pemerintah Somalia menyatakan tidak akan pernah menerima upaya menjadikan rakyat Palestina tanpa kewarganegaraan.

Selain itu, pemerintah memperingatkan potensi pendirian pangkalan militer asing yang dinilai dapat menyeret kawasan ke dalam konflik proksi dan meningkatkan permusuhan regional maupun internasional. Menurut Somalia, langkah-langkah seperti pengakuan terhadap Somaliland berisiko merusak stabilitas regional dan memperburuk ketegangan politik serta keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, dan Teluk Aden.

Pemerintah Somalia juga memperingatkan bahwa ketidakstabilan politik akibat langkah tersebut dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan kelompok teroris mengeksploitasi situasi. Somalia pun mendesak komunitas internasional untuk bertindak secara bertanggung jawab, menghormati hukum internasional, dan menjunjung prinsip non-intervensi.

Di dalam negeri, pemerintah menyerukan warga Somalia untuk tetap bersatu, waspada, dan teguh dalam mempertahankan kedaulatan serta perbatasan negara. Pemerintah menegaskan akan mengambil seluruh langkah diplomatik, politik, dan hukum yang diperlukan untuk menjaga batas wilayah yang diakui secara internasional.

Sebelumnya pada hari yang sama, Israel mengumumkan pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 dan sejak itu beroperasi sebagai entitas yang secara de facto independen. Namun hingga kini, wilayah tersebut belum memperoleh pengakuan resmi dari komunitas internasional.

Pemerintah Somalia secara konsisten menolak pengakuan terhadap Somaliland dan menilai setiap bentuk kesepakatan atau keterlibatan langsung dengan wilayah tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan nasional Somalia.

Baca juga:  Israel Jadi yang Pertama Mengakui Somaliland sebagai Negara Merdeka

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)