Dharmasanti Waisak 2570 BE Gaungkan Persatuan dan Perdamaian di Borobudur

Ketua Umum DPP WALUBI S. Hartati Murdaya menyampaikan sambutan pada kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE di Taman Lumbini, Candi Borobudur. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Dharmasanti Waisak 2570 BE Gaungkan Persatuan dan Perdamaian di Borobudur

Duta Erlangga • 1 June 2026 07:16

Magelang: Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) menggelar kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak 2570 BE, Minggu, 31 Mei 2026. Acara ini digelar sebagai bentuk syukur dan mempererat persatuan bangsa dan membawa perdamaian negara, serta dunia.

Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE ini digelar di Taman Lumbini Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Acara ini dihadiri langsung Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum DPP WALUBI S. Hartati Murdaya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, beserta jajaran lainnya.

Ketua Umum DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) S. Hartati Murdaya mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) sebagai momentum untuk memperdalam pemahaman terhadap ajaran Buddha dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Hartati, Waisak merupakan waktu yang tepat untuk mengenang perjalanan suci Siddhartha Gautama dalam mencapai pencerahan, serta memahami nilai-nilai yang diajarkannya.

"Waisak Nasional Buddhist Era Tahun 2026 yang jatuh pada tanggal 31 Mei hari ini, umat Buddha sepenuhnya terpanggil untuk mengenal riwayat suci kehidupan Sang Buddha Gautama yang bercita-cita melepaskan diri dari roda sengsara," kata Hartati dalam sambutannya.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di Candi Borobudur tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan perdamaian bangsa.
 


Menurut Gibran, perayaan Waisak mencerminkan nilai-nilai keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

"Hadirin yang saya hormati, perayaan Waisak di Borobudur malam ini tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi perdamaian, menghargai keberagaman, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan," kata Gibran.


Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan sambutan pada kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE di kawasan Candi Borobudur, Magelang. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Ia menilai persatuan dan perdamaian merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

"Indonesia sebagai bangsa yang besar tentu membutuhkan persatuan dan perdamaian sebagai salah satu modal kuat dalam melakukan pembangunan," ujarnya.


Para Bhikkhu Sangha mengikuti rangkaian Dharmasanti Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE yang mengusung pesan persatuan dan perdamaian di Candi Borobudur. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Usai mengikuti kegiatan Dharmasanti Tri Suci Waisak 2570 BE, umat Buddha beserta Wakil Presiden Republik Indonesia, Ketua Umum DPP Walubi, Menteri Agama, Menteri Kebudayaan dan jajaran Kabinet Merah Putih mengikuti prosesi penerbangan lentera perdamaian di Taman Lumbini dan Marga Utama Candi Borobudur.

(Patrick Pinaria)