Ilustrasi. Foto: dok Pintu.
RWA Makin Diminati, Tokenisasi Aset Dorong Transformasi Industri Kripto
Husen Miftahudin • 14 July 2026 15:56
Jakarta: Perkembangan Real World Assets (RWA) atau tokenisasi aset semakin mendapat perhatian di industri aset kripto global seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi blockchain oleh berbagai institusi keuangan. Tren tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekosistem aset digital dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan laporan Citi Institute bertajuk Tokenization 2030, nilai pasar aset yang ditokenisasi diperkirakan mencapai USD5,5 triliun pada 2030. Saat ini, valuasi pasar tokenisasi aset diperkirakan berada di kisaran USD17 miliar.
Chief Marketing Indodax Aloysia Dian menilai tokenisasi aset menjadi salah satu inovasi paling menarik dalam industri blockchain karena mampu menjembatani aset keuangan konvensional dengan teknologi digital sehingga lebih mudah diakses masyarakat.
"Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain. Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan jenis aset baru, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas di sektor keuangan," ujar Aloysia dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut dia, tokenisasi memungkinkan berbagai instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, komoditas, hingga aset alternatif, direpresentasikan dalam bentuk token digital sehingga dapat diperdagangkan secara lebih efisien dengan dukungan teknologi blockchain.
Perluas pilihan diversifikasi investasi
Saat ini, Indodax menyediakan lebih dari 20 aset bertema RWA, termasuk tujuh tokenized stocks yang merepresentasikan pergerakan harga saham sejumlah perusahaan global, seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase.
Kehadiran produk tersebut dinilai dapat memperluas pilihan diversifikasi investasi di pasar aset kripto sekaligus memberikan akses bagi investor terhadap berbagai sektor ekonomi global.
Aloysia mengatakan tren tokenisasi aset juga mulai terlihat di platform Indodax melalui meningkatnya aktivitas perdagangan dan jumlah investor pada kategori tersebut sepanjang tahun.
Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan blockchain kini tidak lagi identik hanya dengan aset kripto, tetapi juga mulai menjadi infrastruktur yang mendukung digitalisasi berbagai instrumen keuangan.
"Kami melihat tokenisasi aset sebagai salah satu bentuk evolusi industri blockchain. Semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan," jelas Aloysia.
"Yang terpenting, seluruh inovasi tersebut tetap perlu didukung oleh regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta edukasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," tegas dia menambahkan.
.jpg.jpeg)
(Chief Marketing Indodax Aloysia Dian. Foto: Indodax)
Dorong pengembangan ekosistem digital RI
Perkembangan tokenisasi aset juga dinilai sejalan dengan arah pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia.
Melalui Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasukkan pengembangan tokenisasi aset, regulasi stablecoin, transaksi Over-The-Counter (OTC), hingga penguatan keamanan siber sebagai bagian dari inisiatif strategis untuk mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.
Sebagai bursa kripto berizin di Indonesia, Indodax menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan industri global.
Indodax juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui prinsip Do Your Own Research (DYOR) agar investor memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum bertransaksi.