BNPB Pindahkan Posko Logistik Nasional Bantuan NTT dari Lanud Halim ke Jatiasih

Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Metro TV/Damar.

BNPB Pindahkan Posko Logistik Nasional Bantuan NTT dari Lanud Halim ke Jatiasih

Muhammad Adyatma Damardjati • 4 September 2026 19:31

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memindahkan lokasi pos pendukung logistik nasional bantuan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Jatiasih, Bekasi. Pemindahan itu dilakukan seiring dengan membaiknya situasi tanggap darurat di wilayah terdampak.  

"Pos Pendukung Logistik Nasional akan mengalihkan lokasi penerimaan bantuan dari Halim Perdanakusuma ke gudang logistik dan peralatan BNPB di Jatiasih Bekasi mulai Senin 7 September 2026," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

Penyesuaian skema penerimaan donasi tersebut didasari oleh mulai pulihnya aktivitas sosial dan ekonomi warga di lokasi bencana. Sebagian besar masyarakat yang bangunan rumahnya dinilai masih utuh dan layak huni dilaporkan berangsur meninggalkan tenda pengungsian. 


Suasana lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi di Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (28/8/2026). ANTARA FOTO/Johanes Viandinando.

"Sebagian besar pengungsi juga sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing yang memiliki rumah yang masih utuh bagus atau rusak ringan. Tentu pola penyaluran bantuan juga akan mengalami penyesuaian," jelas Berton.  

Meski operasional posko utama bergeser, pemerintah menjamin arus pengiriman kebutuhan dasar ke titik-titik pemulihan bencana tetap lancar. Proses pendistribusian ribuan ton paket bantuan donatur saat ini juga dioptimalkan melalui jalur laut guna memasok kebutuhan wilayah pelabuhan.  

"Kami baru saja mengirimkan logistik melalui KRI Semarang 594 dengan tujuan Labuan Bajo. Total keseluruhan dukungan yang dikirimkan adalah 113 ton dengan logistik yang dikirimkan antara lain kebutuhan dasar seperti makan, minum, sembako, dan peralatan air," ujar Berton.

(Anggi Tondi)