Gempa NTT: 129 Meninggal, 98.986 Rumah Rusak

Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Gempa NTT: 129 Meninggal, 98.986 Rumah Rusak

Muhammad Adyatma Damardjati • 4 September 2026 18:43

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 129 orang. Peningkatan data fatalitas tersebut mencakup korban yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh guncangan seismik di wilayah tersebut.  

"Hingga saat ini korban yang meninggal akibat langsung maupun tidak langsung dari kegempaan tersebut sebesar 129 jiwa dan tetap kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bertambahnya jumlah yang meninggal," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatinkom BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.  

Selain korban jiwa, BNPB mendata sebanyak 1.723 warga mengalami luka-luka dan 98.986 unit rumah rusak dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Meski kerusakan infrastruktur cukup masif, jumlah warga yang bertahan di posko pengungsian kini mulai menyusut menjadi 111.321 orang.  

"Kondisi yang terdampak semakin membaik, aktivitas sosial juga dan ekonomi masyarakat juga sudah mulai bangkit dan sebagian besar pengungsi juga sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing yang memiliki rumah yang masih utuh bagus atau rusak ringan," jelas Berton.  

Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.

Seiring dengan pulihnya aktivitas warga, tim di lapangan terus melakukan asesmen kelayakan secara menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas publik strategis seperti rumah sakit dan sekolah. Pemerintah turut memfasilitasi pembangunan infrastruktur pendidikan sementara, guna memastikan kegiatan belajar mengajar anak-anak tidak terhenti.  

"Pendirian tenda sekolah darurat juga kita fasilitasi dan juga melakukan pendataan atau pemeriksaan sekolah-sekolah yang terdampak akibat dari kegempaan," ujar Berton.

(Siti Yona Hukmana)