Mendag: Impor Bahan Baku 91% Bukti Industri RI Bergerak

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Mendag: Impor Bahan Baku 91% Bukti Industri RI Bergerak

Andika Fauzan Azhari • 2 September 2026 16:54

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat impor Indonesia masih didominasi oleh bahan baku dan barang modal dengan porsi mencapai 91 persen. Besarnya persentase tersebut dinilai sebagai indikator positif aktivitas industri manufaktur di dalam negeri bergerak aktif.
 
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), impor barang konsumsi justru mencatatkan porsi yang jauh lebih kecil, yakni sekitar 8,43 persen dari total transaksi masuk.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, besarnya angka impor bahan baku tidak selalu mengindikasikan ketergantungan yang negatif. Sebaliknya, hal ini menandakan roda produksi nasional masih berputar dengan baik.
 
"Struktur impor kita itu 91 persen impor bahan baku dan barang modal, sedangkan barang konsumsi hanya 8 sekian persen. Artinya industri kita berjalan dan bergerak dengan baik," ujar Budi dalam Acara Peluncuran Trade Corporate University di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
 
Meski demikian, ia menyampaikan pemerintah tidak hanya fokus menjaga kelancaran pasokan bahan baku industri. Namun juga memastikan hasil produksi tersebut mampu terserap secara optimal di pasar internasional.
 



(Aktivitas perdagangan internasional. Foto: Medcom.id)
 

Jaga konsistensi pertumbuhan ekspor

 
Untuk mengimbangi tingginya arus masuk bahan baku, Kemendag memprioritaskan peningkatan volume dan nilai ekspor secara berkelanjutan. Langkah ini penting agar neraca perdagangan tetap terjaga di posisi surplus.
 
Penguatan kapasitas industri dalam negeri ini juga disinergikan dengan berbagai program strategis, mulai dari perluasan akses pasar, percepatan perjanjian dagang, hingga peningkatan kualitas SDM ekspor melalui Trade Corporate University.
 
"Yang sekarang harus kita jaga adalah ekspor kita harus konsisten dan naik terus. Konsistensi pertumbuhan ekspor ini yang akan terus kita dorong," tutur Budi.

(Husen Miftahudin)