Seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mencari makan di areal Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Rabu, 18 Juni 2025. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
BKSDA Patroli 24 Jam Cegah Karhutla Dekati Habitat Gajah Sumatra
Silvana Febiari • 2 September 2026 21:32
Palembang: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan memperketat patroli selama 24 jam di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas ke habitat dan koridor gajah Sumatra.
Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan perlindungan habitat gajah menjadi salah satu prioritas dalam penanganan karhutla yang terjadi di kawasan konservasi tersebut.
"Ada tujuh posko yang berada di kawasan. Semua siaga 24 jam untuk melakukan patroli dan mencegah firespot," kata Daniwari, dilansir dari Antara, Rabu, 2 September 2026.
Baca Juga :
Selain melakukan pencegahan dan pemadaman karhutla, BKSDA juga meningkatkan pengawasan terhadap gajah binaan di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan. "Untuk gajah-gajah binaan di PKG Jalur 21 tetap dilakukan pengawasan intensif setiap hari oleh mahout dan tim medis," ujarnya.
Menurut dia, musim kemarau juga dapat memengaruhi ketersediaan air dan pakan bagi satwa. Kebutuhan gajah, mulai dari nutrisi, suplemen, obat-obatan hingga air, terus dipastikan terpenuhi.

Ilustrasi - Gajah-gajah yang berada di Kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Foto: ANTARA/HO-Pemprov Lampung.
BKSDA Sumsel terus memantau perkembangan kebakaran di kawasan SM Padang Sugihan. Tujuannya memastikan api tidak berkembang dan mengarah ke habitat maupun jalur jelajah gajah.
Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya risiko karhutla pada musim kemarau yang berpotensi mengganggu ekosistem dan satwa liar di kawasan konservasi.