Tangani Asap Karhutla Kalbar, Pemerintah Gencarkan OMC

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri). Foto: Dok. Istimewa.

Tangani Asap Karhutla Kalbar, Pemerintah Gencarkan OMC

Fachri Audhia Hafiez • 5 September 2026 10:41

Pontianak: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Kalimantan Barat (Kalbar). Langkah ini untuk menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Memang terjadi penurunan meskipun sangat pekat ini asapnya ya. Kabutnya ini bisa-bisa selesai itu nanti kalau setelah datang hujan yang deras. Mudah-mudahan ini tanggal 4 September 2026 informasinya Pak Menteri itu sampai tanggal 10 kita bisa lakukan OMC,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pontianak, dikutip Sabtu, 5 September 2026.
 


Suharyanto menjelaskan, penanganan karhutla di Kalbar memiliki kendala tersendiri akibat karakteristik lahan gambut. Meski titik api di sejumlah lokasi berhasil dipadamkan, kepulan asap pekat tetap bertahan dan mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, BNPB merencanakan pengerahan dua unit pesawat Cassa untuk memaksimalkan semai awan.

“Untuk Kalimantan Barat kami rencanakan untuk dua unit pesawat Cassa ini untuk melaksanakan OMC. Asap itu bisanya hanya oleh hujan, gitu ya apinya sudah padam tetapi asapnya ini yang mengganggu kehidupan masyarakat,” ujar Suharyanto.


Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pontianak. Foto: Dok. Istimewa.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG, terdapat potensi awan hujan di wilayah Kalbar pada 4–8 September yang akan dimaksimalkan untuk OMC. Langkah penyemaian awan akan terus dilakukan demi mendukung pembasahan lahan serta menjaga tinggi muka air tanah guna mencegah munculnya titik api baru.

“Alhamdulillah tadi dengan BMKG ada potensi awan hujan di Kalimantan Barat ini dari tanggal 4 sampai tanggal 8. Tadi Pak Danlanud sudah sepakat, sampai tengah malam pun kalau potensi awan hujan ada, jalan,” ujar Raja Juli

Kemenhut dan BNPB memastikan dukungan armada pesawat untuk operasi OMC akan terus disiagakan hingga 13 September 2026.

“Di mana pun ada bibit awan gitu ya, semainya, meskipun tidak langsung terkait dengan lokasi terjadinya karhutla, kita hajar. Pembasahan, meninggikan tinggi muka air tanah, supaya sekali lagi tidak akan terjadi kebakaran,” tegas Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)