Ilustrasi sidang isbat, dok: MetroTV
Kapan Sidang Isbat Iduladha 2026 Digelar? Cek Jadwal dan Tahapannya
Putri Purnama Sari • 14 May 2026 17:29
Jakarta: Penetapan Hari Raya Iduladha di Indonesia tidak hanya berdasarkan kalender Hijriah semata, tetapi juga melalui sidang isbat yang digelar pemerintah bersama ulama, ahli falak, dan sejumlah instansi terkait.
Sidang isbat menjadi tahapan penting karena menentukan secara resmi awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Dari hasil sidang tersebut nantinya akan ditetapkan jadwal puasa Arafah, malam takbiran, pelaksanaan salat Iduladha, hingga waktu penyembelihan hewan kurban.
Meski secara perhitungan astronomi atau hisab Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, masyarakat tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Lantas, kapan sidang isbat digelar? apa saja tahapannya? Berikut informasinya.
Jadwal Sidang Isbat Iduladha 2026
Pemerintah dijadwalkan menggelar sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H pada:
- Hari/Tanggal: Minggu, 17 Mei 2026
- Lokasi: Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta
- Agenda: Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H dan Hari Raya Iduladha 2026
Tanggal tersebut bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 Hijriah, yang juga menjadi hari pelaksanaan rukyatul hilal atau pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Hasil sidang nantinya akan menentukan kapan 1 Zulhijah dimulai sekaligus menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 H secara resmi di Indonesia.
Apa Itu Sidang Isbat?
Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang digelar pemerintah untuk menentukan awal bulan Hijriah, khususnya pada bulan-bulan penting seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Pelaksanaan sidang melibatkan berbagai pihak, antara lain:
- Perwakilan organisasi Islam
- Majelis Ulama Indonesia atau MUI
- Ahli falak dan astronomi
- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG
- Tim Hisab Rukyat Kemenag
- DPR serta instansi terkait lainnya
Keputusan hasil sidang kemudian diumumkan secara resmi melalui konferensi pers Menteri Agama. Dalam buku Ilmu Falak Praktis karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa sidang isbat merupakan bentuk integrasi antara metode hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat atau pengamatan hilal dalam tradisi penetapan kalender Islam di Indonesia.
Tahapan Sidang Isbat Idul Adha 2026
Ilustrasi sidang isbat, dok: MetroTV
Sidang isbat biasanya berlangsung dalam beberapa tahapan penting sebelum pemerintah menetapkan awal Zulhijah.
1. Seminar Posisi Hilal
Tahap awal dimulai dengan pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag. Dalam sesi ini, para ahli akan menjelaskan sejumlah data astronomi seperti:
- Tinggi hilal
- Elongasi bulan
- Posisi bulan saat matahari terbenam
- Potensi visibilitas hilal
Paparan ini umumnya terbuka untuk media dan masyarakat sebagai bentuk transparansi informasi.
2. Rukyatul Hilal di Berbagai Wilayah
Pada hari yang sama, proses pemantauan hilal dilakukan di sejumlah titik pengamatan dari Aceh hingga Papua. Metode rukyat menjadi bagian penting karena Indonesia menggunakan pendekatan gabungan antara hisab dan rukyat dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Dalam buku Pengantar Ilmu Falak karya A. Kadir disebutkan bahwa rukyat dilakukan untuk memastikan keberadaan hilal yang sebelumnya telah dihitung secara astronomi.
3. Sidang Penetapan
Setelah seluruh laporan rukyat diterima, Menteri Agama memimpin sidang tertutup bersama peserta sidang untuk menetapkan keputusan resmi. Forum tersebut mempertimbangkan beberapa aspek, di antaranya:
- Data hisab astronomi
- Hasil pengamatan hilal
- Kriteria visibilitas hilal MABIMS
4. Pengumuman Hasil Sidang
Tahap terakhir yakni konferensi pers yang disampaikan langsung oleh Menteri Agama terkait hasil sidang isbat kepada masyarakat Indonesia.
Prediksi Iduladha 2026 Versi Pemerintah
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag RI, Hari Raya Iduladha 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Prediksi tersebut mengacu pada data astronomi yang menunjukkan posisi hilal diperkirakan telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad sebelumnya menjelaskan bahwa tinggi hilal diperkirakan berada di atas 3 derajat dengan elongasi lebih dari 6,4 derajat. Secara teori, kondisi tersebut sudah memenuhi standar imkan rukyat yang digunakan negara anggota MABIMS, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penetapan resmi Hari Raya Iduladha 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah.